













ini kami berfoto setelah mengadakan retreat di Jonggo - Batu.
ini foto sewaktu saya sebagai ketua kelas thn 88 bersama Armin, Monica Liang dan Suprapti.
ini setelah kita selesai mementaskan acara drama jum'at agung 88, dimana kami mendapat tugas memanage acara Jum'at Agung.
Aku ingin mulai menyimpan memori selama menjadi hamba Tuhan. Dalam bagian 1 ini, aku selipkan foto-foto sewaktu kita masih mahasiswa tingkat 4 ke tingkat 5. Di Seminari Alkitab Asia Tenggara, kalo udah tingkat 4 maka tidak diwajibkan oleh dosen untuk praktek 2 bulan.kita akan mengadakan KKR, Panggung Boneka, Drama dan Putar Film Yesus versi Injil Lukas. Oleh sebab itu kami kemudian mengajak Catur Wismantoro mahasiswa tingkat1. 
Ini pengalaman yang tak terlupakan, sangat indah, penuh keajaiban dan karya Tuhan dari mulai Tuhan menyediakan dana yang kami butuhkan sampai hasil dari pelayanan yang kami lakukan. Sayang ditengah jalan Kim Tung harus meninggalkan Tim [sewaktu di Bangka] karena papanya meninggal.
Hari ini, kami Majelis GKKK Pasundan dan Pengurus GKKK TKI berkunjung kerumah Pdt. Andrew Wusan. Ini adalah tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun [mulai kapan ya tradisi positif ini dimulai? mungkin si Alex bisa tanya ama Mamanya, sesepuh GKKK Bandung] kami pelihara. Setiap tahun selesai ibadah Natal, kami pasti sowan ke rumah mereka sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih dari jemaat. Seperti biasa, seperti waktu lalu, kami mengadakan ibadah singkat dan saling mendoakan setelah itu ditutup dengan ramah tamah / sharing. Sungguh budaya yang perlu terus dipelihara oleh kami-kami yang muda. Budaya menghormati jerih lelah mereka yang tua.
Mengenang Natal, terlalu banyak yang saya nikmati dan kembali digali kembali dalam kenangan gue. Biasa, kesan masih anak-anak... ya apalagi kalo bukan menanti kado Natal dari Sunday School.
Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu” Yakobus 4:14b-15
sebenarnya ini tiada rencana. Awalnya Ku Hengky sejak Juli pertengahan mengalami 'kanker' yang belum diketahui jenisnya, yang pasti berat badan terus merosot. Tiap kali mau makan, ia sudah merasa tenggorokan sudah penuh, padahal baru 3 ato 4 sendok. Awal September ku Hengky mencoba periksa ke Jakarta, sebelum operasi, Ku Hengky, mama mertua, Ie In, dan cik Henny main ke Bandung.
[Eksie+ Jit Yen; aku+nanncy; Zim Yen+Ken Tie]