Showing posts with label Soccer. Show all posts
Showing posts with label Soccer. Show all posts

Monday, May 19, 2008

Ibra: Vini, Vidi Vici

Inter Scudetto 16th

Kehadiran Zlatan Ibrahimovich setelah dari cidera membawa berkah. Ia datang, ia main dan ia membawa Inter memastikan scudetto ke 16 untuk musim 2007/2008. Kemenangan Inter 2-0 atas AC Parma tak lepas dari perannya ketika masuk menggantikan Cesar pada menit 51. Dapat dikatakan ia menjadi pahlawan kemenangan Inter minggu malam [18 mei 2008]. Kemenangan Inter sekaligus menjadi duku bagi Parma karena musim depan mereka harus bermain di Serie B bersama Livorno dan Empoli.

Ini adalah ketiga berturut-turut selama 3 tahun ini. Sukses ini tak lepas dari sang allenatore Inter, yaitu Roberto Mancini. Tambahan tiga angka, menjadikan Inter mengoleksi 85 poin, unggul tiga angka dari Roma yang pada saat yang sama hanya bermain imbang 1-1 di kandang Catania.

Parma semalam bermain dengan semangat juang yang luar biasa, sehingga sampai babak pertama usai, keududukan masih 0-0, walau pun kesempatan untuk mencetak sangat terbuka, hanya tak membuahkan gol.

Baru pada menit ke 62, Ibra, striker Swedia membuat gol ke gawang Parma, menaklukkan Pavarini, 0-1 untuk Inter. Walau tertinggal, Parma tak mengurangi serangan mereka, karena juga berambisi untuk bisa keluar dari jurang degrasi. Namun semua ambisi terkubur setelah Ibra kembli mencetak gol di menit 79, setelah menerima umpan dari Maicon, 0-2.

Kemenangan atas Parama ini membuat Inter menjadi pemuncak klasemen dan sekaligus membenamkan ambisi AS Roma, meraih runner up dengan poin 82.

Susunan Tim
Parma: 99 Pavarini; 33 Coly, 28 Paci, 24 Couto, 7 Castellini; 4 Morrone, 55 Parravicini (22 Moretti 88), 21 Cigarini (9 Lucarelli ); 83 Reginaldo (6 Antonelli 77), 20 Budan; 18 Gasbarroni.
Coach: Andrea Manzo.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 24 Rivas, 23 Materazzi, 6 Maxwell; 4 Zanetti, 14 Vieira, 5 Stankovic, 31 Cesar (8 Ibrahimovic 51); 9 Cruz, 45 Balotelli (30 Pelé 77).
Coach: Roberto Mancini.

Referee: Gianluca Rocchi (Florence).


Monday, April 21, 2008

Kemenangan Yang Penting Inter atas Torino

Inisiatif serangan sejak awal selalu mengalir dari kaki demi kaki pemain Torino. Tak sedikit peluang demi peluang muncul dari Torino. Dengan skema 4 5 1, Biasi mampu membawa tim Torino mengimbangi permainan Inter bahkan menguasai hampir seluruh pertandingan. Namun walau pun menguasai pertandingan, Rosina dan Stellone yang berkali melakukan pergerakan berbahaya, tak juga mampu mencetak gol.

Gol malah tercipta pada menit ke 30, ketika Balotelli melakukan tendangan sudut yang kemudian disundul oleh Cruz. Fontana tak kuasa menahan bola yang merobek jalanya. Tertinggal 1 gol yang membuat serangan Torino mereda. Inter masih kelabakan menahan serangan-serangan dari gelandang Torino. Melihat hal ini, Mancini segera melakukan perubahan skema pertandingan, Balotelli ditarik keluar dan diganti oleh Cesar. Ini dimaksudkan supaya serangan lini tengah Inter dapat diredam serangan Torino. Namun nyatanya hal itu tak terjadi.

Usai babak pertama, kedudukan tetap tak berubah, bahkan hingga babak ke 2 berjalan. Inisiatif serangan tetap diambil oleh Torino. Hanya penyelesaian akhir tak begitu bagus di daerah 16 M Inter, sehingga tak tercipta satu gol pun. Mancini juga melakukan perubahan taktik kembali ketika menarik keluar dari Cambiasso dan memasukkan Suazo. Kedudukan akhir tetap 0-1 untuk Inter. Ini menjadi kemenangan yang sangat penting bagi Inter dalam perjalanan meraih scudetto karena malam sebelumnya Roma ditahan imbang oleh Livorno [1-1]. Kemenangan ini semakin memperlebar jarak menjadi 6 poin dengan Roma dengan meninggalkan 4 sisa pertandingan.

Torino: 31 Fontana; 7 Motta (9 Ventola 69), 15 Dellafiore, 22 Di Loreto, 3 Pisano; 19 Diana, 5 Corini, 13 Grella (29 Bottone 72), 11 Lazetic (20 Bjelanovic 86); 10 Rosina, 77 Stellone.Subs not used: 44 Ferrauto, 8 Barone, 24 Asamoah, 33 Rubin.Coach: Gianni De Biasi.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 16 Burdisso, 23 Materazzi, 26 Chivu; 5 Stankovic, 19 Cambiasso (29 Suazo 57), 4 Zanetti, 6 Maxwell; 9 Cruz (24 Rivas 89), 45 Balotelli (31 Cesar 37).Subs not used: 1 Toldo, 18 Crespo, 28 Maniche, 30 Pelé.Coach: Roberto Mancini.
Referee: Emidio Morganti (Ascoli Piceno).

Booked: Corini 25, Stellone 43, Motta 62, Grella 69, Chivu 81, Pisano 86, Stankovic 87, Bottone 89, Burdisso 90+1.

Monday, April 14, 2008

Inter Milan Membungkam Ambisi Fiorentina

Dalam menjalani giornata ke 33, Pulihnya Patrick Veira dan Esteban Cambiasso berdampak sekali pada penampilan Inter Senin dini hari tadi. Dua gelandang Inter ini, cukup merepotkan pertahanan Fiorentina yang ditukangi oleh Frey. Inter hampir mendominasi pertandingan dini hari tadi, hanya karena kecemerlangan Freylah, gawang Fiorentina masih bersih hingga jeda Babak I.

Gol yang dinanti-nantikan para interisti yang memadati stadion G. Meazza baru tercipta pada menit 55'. Dalam posisi yang sulit dan terjatuh ketika memasuki daerah akhir pertahanan Fiorentina, Veira masih sempat memberikan umpan matang kepada Cambiasso. Cambiasso yang berada dalam posisi yang tak terkawal, tanpa ampun menceploskan bola dari Veira ke gawang Frey.


Keunggulan ini semakin menambah fighting spirit para pasukan Nerrazurri untuk terus menggedor gawang Frey. Walau dalam keadaan cidera, Frey telah melakukan beberapa kali penyelamatan. Namun pada akhirnya, ia terpaksa memungut bola dari jaringnya.Pada menit 62 giliran striker muda usia 17 tahun, Mario Balotelli, menggandakan keunggulan tim asuhan Roberto Mancini menjadi 2-0, setelah lepas dari jebakan offside. Balotelli dengan tenang mencocor bola hasil passing dari Cruz ke gawang Frey. Ini merupakan gol ke duanya selama laga di serie A. Setelah minggu lalu ia juga mencetak gol pertamanya ke gawang Atalanta.


Walau Fiorentina kalah di tangan Inter, posisi 5 besar klasemen tak ada perbahan. Karena pada laga sebelumnya AC Milan juga tumbang di tangan Juventus 2-3. Walau kemarin disikat 2-3. Hanya sayang Sampdoria atau Udinese tak bisa memanfaatkan kesempatan untuk menggeser AC Milan. Karena mereka pun tumbang dari lawan-lawannya.


Kemenangan Roma atas Udinese 3-1 dan Inter Milan atas Fiorentina semakin menambah sengitnya perebutan Scudetto di Serie A.

Thursday, January 03, 2008

Inter Luar Biasa, Juve Mengesankan dan Milan mengecewakan

Bila mengamati perjalanan paro musim seri A, maka tak berkelebihan bila Inter sedang menjalani suatu drama kisah yang menakjubkan. Tak sedikit pengamat bola, termasuk Arrigo Sacchi yang menyatakan bahwa Inter sedang menghadapi musim yang tak berbeda jauh dengan musim lalu.

Tahun 2007 bisa dibilang menjadi tahun milik Inter, selain memenangi scudetto 2006/2007, tahun 2007 Inter Milan baru sekali kalah dengan Roma. Menurut survey, dari mulai dari 13 Januari 2007 - 23 Desember 2007 Inter meraih poin rata-rata 2.48/pertandingan [37 gionarta]. Rekor masih dipegang oleh Juventus yang memiliki 2,51/pertandingan yang dibuat pada kompetisi 1932.

Perbedaan dengan musim lalu, Juventus kembali dalam percaturan seri A setelah bermain 1 musim di seri B. La Gazzeta della Sport memberikan nilai 9,5 [sedangkan tahun lalu dengan nilai 9]. Walau pun tim lain juga mengalami kemajuan, seperti Juventus yang tampil mengesankan musim ini dan bisa survive dalam musim 2007/2008. Mereka mendapat nilai 8,5 dan Roma hanya mendapatkan nilai 8. Lalu Milan hanya mendapatkan nilai 5.

Sedangkan survey Italpress memaparkan bahwa dari 18 pelatih [kecuali Mancini dan Edy Reja yang tak mengembalikan angket] mengakui bahwa Inter memang luar biasa. Inter bukan hanya mendapat tim terbaik tetapi juga striker Inter, Zlatan, mendapatkan kategori pemain terbaik dan mengalahkan Kaka sebagai pemain terbaik Eropa dan versi Fifa [http://www.detiksport.com/ligaitalia/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/29/time/123018/idnews/872524/idkanal/71].Di antara tim-tim besar, Milan merupakan kekecewaan terbesar.

Di awal musim digandang sebagai tim yang diprediksi sebagai peraih scudetto tetapi sampai paro musim masih tertatih-tatih. Sedangkan Roma masih mirip dengan musim lalu, walau pun masih di posisi ke dua tapi performa mereka masih tak konsisten walau pemainan mereka sangat enak untuk ditonton.

Sunday, December 23, 2007

Inter akhirnya memenangi derby della madonina dan memperoleh kado Natal dengan skor 2-1. Ini berarti Inter menjaga jarak dengan Roma tetap pada selisih 7 poin. Sempat tertinggal terlebih dahulu oleh gol Andrea Pirlo pada 18', yang sukses mengecoh kiper Cesar dari tedangan bebasnya setelah terjadi pelanggaran tepat diluar area penalti.

Kesempatan untuk menyamakan kedudukan datang dari kaki Cruz setelah mendapat umpan dari Ibra yang dikawal 3 pemain Milan. Cruz [36'] yang berdiri bebas mampu melewati 3 pemain Milan lainnya dan dari sudut yang sempit melesatkan bola yang tak tertepis oleh Dida.
Kemenangan datang ketika Maldini salah membuang bola yang kemudian mampu direbut oleh Cambiasso dan ia mampu memperdaya kembali kiper Dida pada 63', yang salah mengantisipasi arah bola tersebut. Memang malam ini, Cambiasso main dengan sangat baik, dimana ia selalu bergerak dan menghambat laju gelandang dan penyerang Milan untuk menuju area pertahanan Inter.

Ini semakin memperkokoh posisi Inter dan menjadi juara paruh musim.Inter sampai pekan ke 17 masih belum terkalahkan.Kekalahan ini semakin membuat Milan menghapus mimpi mereka untuk meraih scudetto musim ini. Pertandingan ini saat menarik dengan serangan yang silih berganti, juga cukup keras dengan adanya 7 kartu kuning [Pirlo 11, Cordoba 16, Gattuso 23, Jimenez 38, Materazzi 39, Ambrosini 45, Cruz 52].Inter 2 - 1 AC Milan (HT: 1-1)
Skor Akhir: Pirlo 18, Cruz 36, Cambiasso 63.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 25 Samuel (23 Materazzi 37), 6 Maxwell; 4 Zanetti, 19 Cambiasso, 26 Chivu; 11 Jimenez (30 Pelé 80); 9 Cruz (29 Suazo 86), 8 Ibrahimovic.

AC Milan: 1 Dida; 44 Oddo, 13 Nesta, 4 Kaladze, 3 Maldini; 8 Gattuso (5 Emerson 46), 21 Pirlo, 23 Ambrosini; 22 Kaka, 10 Seedorf (27 Serginho 58); 9 Inzaghi (11 Gilardino 46).
Wasit: Emidio Morganti (Ascoli Piceno).

Tuesday, December 11, 2007

Tak Tertandingi, Inter Dianggap Sudah Raih Scudetto

Beberapa situs dan berita koran sudah memprediksikan bahwa setelah Inter tak tertandingi dalam beberapa pertandingan. Mereka ramai-ramai memprediksikan bahwa Inter akan mudah meraih trofi juara Serie A di akhir musim. Ini dikarenakan Inter mulai meninggalkan pesaing-pesaingnya. Roma dan Juventus yang sangat mungkin untuk mengejar sudah tertinggal 5 dan 8 poin dari Inter.

Koran harian olah raga Topskor, hari ini mengawali tajuknya dengan kalimat: 'Siapa Klub terhebat di Eropa saat ini? Pasti banyak yang setuju jika jawabannya adalah Inter Milan. Saat ini, pasukan Roberto Mancini menjadi satu-satunya klub Eropa yang belum terkalahkan di liga domestik. Koran ini bahkan memberikan data statistik dari liga-liga Eropa dan nilai Inter rata-rata per pertandingan 2,47 % lebih unggul dari La Liga (2,33%), Premier League (2,31%), Bundesliga (2,19%) dan Ligue 1 (2,18%). Kecuali Inter, seluruh Klub yang lagi di posisi atas (Madrid, Arsenal, Muenchen dan Lyon) sudah pernah menelan kekalahan.

Situs http://www.goal.com/ dan http://www.detiksport.com/ juga menurunkan topik tentang kemungkinan besar Inter meraih . scudetto di musim ini dan mempertahankan Scudetto musim lalu yang (katanya) diraih dengan mudah. Tak sedikit pengamat bola dan eks pemain sepak bola dunia yang menyebutkan Inter musim lebih perkasa daripada Inter musim lalu karena seluruh tim besar tak mengalami pengurangan nilai seperti musim lalu, bahkan Juventus pun sudah bersama-sama di Serie A. Pendapat itu semakin benar karena Serie A saat ini kembali dihuni oleh klub-klub yang besar seperti Napoli dan Genoa.

Menanggapi berita ini, pelatih Inter Milan, Roberto Mancini mengatakan dalam situs http://www.inter.it/ bahwa kami tak memperhitungkan kelebihan nilai dengan Roma karena perjalanan masih panjang dan penuh dengan perangkap. Di Livorno, Roma sudah merasakan itu. Mancini juga menyebutkan bahwa Juve memiliki keuntungan karena hanya main di liga domestik saja. Yang terpenting Inter tetap bisa terus di atas dan kami bisa terus fokus pada setiap pertandingan sampai akhir kompetisi.

Mancini dan Moratti menguatirkan akan beberapa pemain yang cedera. Mereka berharap tim dokter bekerja dengan baik dan para pemain bisa segera pulih.

Thursday, April 26, 2007

INTER Scudetto 15th

Inter Raih Scudetto Pesta Pertama Sejak 1989 Kepastian sebagai juara Serie A akhirnya diperoleh Inter. Minggu (22/4), I Nerazzurri mengalahkan tuan rumah Siena 2-1. Sementara itu, pada waktu yang sama Roma kalah dalam laga tandang di Atalanta dengan skor 1-2. Inter mengumpulkan 84 poin. Jumlah tersebut sudah tidak mungkin lagi disamai Roma, yang mengoleksi 68 poin.

Tinggal tersisa lima pekan, poin maksimal yang dapat diraih I Giallorossi adalah 83. “Scudetto ini akhirnya datang dan kami bahagia,” kata presiden sekaligus pemilik Inter, Massimo Moratti, seperti dilansir Datasport. Moratti begitu bahagia. Setelah pertandingan berakhir, pengusaha minyak ini langsung turun ke lapangan Stadion Artemio Franchi Siena. “Ini pesta terbaik bagi saya. Spontanitas dan tidak dirancang,” ujarnya. Wajar Moratti begitu senang. Minggu lalu menjadi pengalaman pertamanya sebagai presiden klub merayakan gelar juara Serie A di arena laga.

Musim lalu, La Beneamata juara karena keputusan FIGC menyusul dicabutnya gelar Juventus lantaran terlibat skandal pengaturan skor. Inter terakhir kali merayakan keberhasilan menjadi kampiun di arena pertandingan pada musim 1988/89. Musim panas lalu, saat dianugerahi gelar campione d’Italia, klub tidak melakukan perayaan secara khusus. “Saya menunggu lama momen seperti ini,” kata kapten Javier Zanetti. Ia berbaju Biru Hitam sejak 1995.

Ini kali ketiga buat Nerazzurri memenangi Serie A secara beruntun. Sebelumnya terjadi pada musim 1952/53-1953/54 dan 1964/65-1965/66. Total, klub yang berdiri tahun 1908 ini 15 kali menjadi kampiun. Sementara itu, Moratti mengatakan bahwa Mancini telah memperpanjang kontrak selama empat tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun. Jadi, pengganti Alberto Zaccheroni pada 2004 itu dapat bertahan di Inter sampai 2012. (Riemantono)

Sunday, October 29, 2006

spirit in their feet

Derby Fantastis
Luar biasa, indah, dan menggetarkan hati. Itulah kata-kata yang pantas diucapkan untuk menggambarkan derby Milano antara AC Milan dengan Internazionale, yang berakhir 3-4 pada Sabtu (28/10). Bagian paling menarik dalam derby della madoninna ke-265 adalah 26 menit terakhir pertandingan. Saat itu Inter memimpin 4-1, tapi Nerazzurri kehilangan satu pemain.


Marco Materazzi diusir wasit Stefano Farina setelah mencetak gol keempat Inter pada menit ke-69. Ia mendapat kartu kuning kedua setelah membuka kaus saat merayakan gol. Milan yang tampil galak di awal babak kedua tapi harus kemasukan dua gol semakin menekan Inter. Pada menit ke-79, Rossoneri memperoleh gol kedua lewat Alberto Gilardino. Ini gol pertama Gila untuk Milan di laga resmi sejak April lalu.

Gol tersebut membuat San Siro menjadi bergelora. Pertandingan bertambah seru karena Il Diavolo memperoleh peluang-peluang emas seperti tembakan Clarence Seedorf yang sayangnya dapat dipatahkan kiper Julio Cesar.
Pada menit ke-91, bola sepakan Kaka yang masuk ke gawang membuat asa tifosi Milan untuk melihat pasukan Carlo Ancelotti bangkit dan menahan Inter bertambah besar. Tiga menit terakhir benar-benar mencekam buat kedua klub.

Tifosi di San Siro berteriak “oohhh...” ketika sundulan Ricardo Oliveira yang bersama Alessandro Nesta lepas dari kawalan bek Inter melebar kurang satu meter dari tiang gawang. Itulah peluang terbaik Milan dalam tiga menit terakhir.

Stankovic Menangis
Setelah wasit Farina meniup peluit tanda pertandingan berakhir, pemain-pemain Inter meluapkan kegembiraan mereka. Dejan Stankovic sampai meneteskan air mata.
“Pertandingan akan berbeda jika kami tetap diperkuat 11 pemain. Tapi, saya tetap bahagia karena kami memberi yang terbaik dan menderita bersama sampai akhir laga,” kata Stankovic kepada Inter Channel.

“Malam yang bagus dan pertandingan yang sangat penting. Ini derby pertama saya di Italia dan saya mesti mengatakan bahwa laga tadi fantastis,” ujar Zlatan Ibrahimovic.
Ibra adalah pencetak gol ketiga Inter pada menit ke-47. Dua gol awal Beneamata dibuat Hernan Crespo (17’) dan Stankovic (22’). Sementara itu, gol pertama Milan dicetak Seedorf (50’).

Kemarahan Vieira
Inter pantas bergembira. Selain karena laga itu merupakan derby, kemenangan pada Sabtu lalu membuat Hitam-Biru unggul 14 poin atas Merah-Hitam. Berat buat Rossoneri untuk menyaingi Nerazzurri dalam lomba merebut Lo Scudetto. Akan tetapi, Milan belum menyerah. “Musim lalu Milan tertinggal jauh dari Juventus, tapi mampu hampir menyamai mereka. Ini belum berakhir,” ucap Ricardo Oliveira. “Musim masih panjang,” kata Ancelotti.

Tidak semua pemain Inter berpesta setelah derby berakhir. Patrick Vieira marah kepada pelatih Roberto Mancini dan asisten Sinisa Mihajlovic. Ia kesal karena tak diganti saat kakinya bermasalah. Yang ditarik malah Ibra.
“Saya tahu Vieira kesakitan, tapi saya berpikir ia dapat melewatinya,” jelas Mancio. “Vieira marah pada saya, tapi ia tetap harus berada di lapangan karena saya tak punya gelandang tengah lagi,” sebutnya.

Tifosi Inter tentu berharap masalah ini jangan sampai mengganggu keharmonisan tim [Riemantono].

Tiga Alasan Inter Menang
1. Kesalahan Ancelotti. Formasi 4-3-2-1 yang dipakai Milan membuat Inter tak tertekan. Justru Nerazzurri yang membuat Rossoneri tertekan. Keadaan berubah ketika Milan tampil dengan pola 4-4-2 dan 4-3-1-2 di babak kedua.

2. Bola mati. Ancelotti berkata Inter sangat bagus dalam memanfaatkan bola-bola udara dari tendangan bebas. Dua gol Inter berawal dari tendangan bebas yang kemudian disundul Crespo dan Materazzi. si Pirlo yang mati langkah sehingga tak bisa bebas bergerak. Sehingga aliran bola tak cukup deras ke Inzadhiving.

3. Stankovic brilian. Inter menang karena lini tengah mereka lebih baik. Stankovic tampil gemilang. Ia terpilih sebagai pemain terbaik. “Tembakan Stankovic fantastis,” kata Ancelotti tentang gol pemain asal Serbia itu.
http://www.bolanews.com/edisi-cetak/italia2.htm
sedang tadi pagi Dejan berperan sebagai DM deh sehingga tak fanstantic.

4. Cesar. Ia tak boleh dilupakan sebagai man of the macth juga menurut gua. Ia sudah beberapa kali menyelamatkan Gawang Inter dari gempuran Milan setelah Max keluar.

-------------------
"INTER PENGUASA MILAN"

kemenangan Inter atas rival sekotanya, Milan, rupanya tak hanya dibuktikan di meja hijau. Tetapi juga di lapangan rumput hijau. Ya hasil derby panas antara AC Milan dan Inter Milan pada hari Sabtu [28 Okt - Minggu dini hari 29/10 01.30 WIB] di stadion G. Meazza membuktikan bahwa 'I Nerazzurri' tak hanya bersih skandal, tetapi juga lebih baik dari Milan [di atas Lapangan].Inter memenangkan duel yang kerap dijuluki dengan 'derby della Madonnina' itu dengan skor tipis 3 - 4 atas Milan.

Alhasil tambahan 3 poin itu untuk sementara membuat INTER mengambil alih posisi capolista dengan poin 21. sebaliknya Milan bagaikan menumpuk duka dengan kekalahan tsb. Sebab sebelumnya, CCA CONI tak memberikan diskon pengurangan poin hukuman dari skandal Maggiopoli, padahal Juve, Fio dan Lazio mendapatkan diskon. Milan masih berkutat dengan poin 7.Pada laga tsb, INTER yang bertindak sebagai tim tamu, justru unggul 3 gol terlebih dahulu lewat gol-gol Crespo [17'], Dejan [22'] dan Ibra [47'].

Tambahan gol itu membuat Crespo dan Dejan kini sama-sama mengoleksi 4 gol.Milan memperkecil ketinggalan melalui Seedorf [50']. INTER kembali memperlebar jarak menjadi 4 - 1, setelah Matrix melakukan sundulan memanfaatkan umpan Figo, sehingga membuat Dida semakin nelangsa [linglung kale?].Sayang, Matrix kemudian melakukan selebrasi yang tak perlu, karena mengangkat kaosnya dan memamerkan tulisan di kaos dalamnya [memperingati HUT Davide ke 5]. Dan langsung, wasit Farina memberi kartu kuning ke 2 [alias kartu merah].Milan memanfaatkan keunggulan 10 pemain dari Inter, sehingga Gila menambah perbendaharaan gol Milan [76'] menjadi 2 - 4, memanfaatkan umpan silang Cafu. Cesar terlanjur maju ke depan, sehingga bola melesak ke gawang, Dejan pun tak kuasa membendungnya. Gol Kaka [91'] membantu Milan untuk mengejar ketertinggalan dari INTER. Skor berakhir 3 - 4.

MANCINI SEMPAT TEGANG
Usai pertandingan, Mancini mengak sempat tegang setelah Matrix di kelarkan oleh wasit, ditambah lagi Ibra dan Veira diderap cidera, di 20 menit terakhir. 'Bermain dengan 10 pemain di tambah cedera Ibra dan Veira, bukanlah hal yang mdah. Apalagi, ketika itu saya hanya memiliki 1 kesempatan lagi mengganti pemain, jelas Mancini.'Terus terang saya menghadapi masalah. Bila saya mengganti salah satu dari mereka, maka sesuai peraturan, saya tak bisa lagi melakukan pergantian pemain,' ujar Mancini lagi.

PUJIAN ANCELOTTI
Di sisi lain, Ance secar a jantan mengakui keunggulan rival sekotanya itu meski pd akhirnya ia juga tak memuji penampilan Inter [Ye... kita hanya butuh kemenangan, tak butuh pujian darimu]." diambil dari topskors.
---------

Saturday, July 08, 2006

Gila Bola

Banyak hal yang sulit dipahami mengenai yang satu ini, yaitu Sepak Bola = Soccer = Football. Mengapa orang bisa nongkrongin sebuah pertandingan bola yang diisi 22 orang dilapangan dan hanya memperebutkan 1 bola? Mengapa orang bisa kagak tidur hanya karena mau nonton Bola ? Bahkan gara-gara bola seseorang membunuh temannya/saingannya, menceraikan istri / suaminya, dll? HERAN dan Sulit diMengerti !!!

9 Juni - 10 Juli '06 adalah pemuasan bagi mania bola. Tak sedikit orang yang awalnya tak suka bola menjadi penikmat bola juga. Pesona bola sungguh luar biasa kepada setiap manusia di seluruh belahan dunia. Ratusan ribu pencinta dan penikmat Bola berbondong-bondong menuju Jerman hanya untuk menyaksikan tim kesayangan sedang bertanding. Tak sedikit juga yang datang untuk melihat bintang fav-nya sedang unjuk kebolehan.
Nah.... sewaktu kami sekeluarga pulang ke Manado. wah... saya pribadi saya takjub dengan kegilaan orang-orang Manado akan Piala Dunia kali ini. Hampir semua orang memasang bendera negara peserta Final Piala Dunia di Jerman. Mereka bisa pasang bendera di atas rumah, di Mobil, di atas pohon atau pasang stiker di Mobil.

Kegilaan ini tak hanya di kota Manado, tetapi sampai juga di tempatlain. Ketika kami ke kota Bitung [Utara Manado], nuansa Piala Dunia juga sangat terasa. Demikian ketika mengadakan perjalanan /rekreasi ke kota Amurang untuk menikmati Bukit Doa [Selatan Manado] yang dibangun oleh Gereja Katolik... aroma bola juga nampak. Senada juga ketika perjalanan dilanjutkan ke Bukit Kasih - Tomohon, yang dibangun oleh Pemda Manado.

Pada kesempatan lain [12 Juli] ketika Cao Pieter sekeluarga [kakak Ipar Nanncy] mengajak rekreasi ke Danau Tondano [Selatan Manado] dan makan di restoran terapung Tomou Tou serta berenang di kolam sumber air panas di Romboken. Seolah-olah terasa nasionalisme orang Manado berkurang karena Bola.
Bola... Bola daya tarik sungguh luar biasa, engkau bisa menyatukan orang dari latar belakang suku, agama, kulit dan mungkin politik yang berbeda.

Friday, May 12, 2006

MY IDOL

M.I.R.I.P
Javier Zaneti dan Wulan Guritno












Sejak aku menyukai soccer, aku palingan nonton piala dunia. Itu pun hanya laga terakhir dari final tersebut.
aku gila bola khususnya pada klub Inter Milan [Serie A] sejak aku di Surabaya [1995]. Itu pun karena bersama ev. budhiono [sekarang udah pendeta] suka membicarakan sebuah klub yang sedang membeli pemain-pemain besar. Ketika itu kita lagi membicarakan Ronaldo yang akhirnya dapat dibeli Inter dari Barcelona [walau awalnya banyak hambatan karena beberapa aturan dan permintaan Barca yang mahal].
bertolak dari situlah aku mulai sedikit demi sedikit mengerti peraturan dan sistem penilaian dalam soccer itu.
Kapan 'maniak' bola ? sejak aku mulai pindah ke Bandung dan menemukan bola mailing list dan inter-mania@yahoogroups.com. ke'gila'an itu menjadi ter'siangi', terpupuk... sampe aku juga menyukai il capitano J. Zanetti... yang ternyata kok punya wajah mirip dengan artis yang mempunyai wajah yang menyenangkan yaitu Wulan Guritno.
kagak percaya kalo mirip silakan amati aja.