Monday, March 11, 2013
SAAT –SAAT YESUS DIURAPI
Wednesday, December 12, 2012
KETAATAN tidak sama dengan MEMBABI BUTA.
Bahasa Indonesia kadang kurang sempurna dalam mengartikan semua nama, namun tidak sedikit memberikan arti yang unik dan bagus sekali. Babi = polos, lugu dan lucu (makanya sering dipakai ikon). Sedang BUTA mengacu kepada seseorang yang tidak bisa apa2, nurut saja jika dituntun orang. Pokoknya pasrah saja. Tetapi jika digabung dua kata ini sudah berbeda makna!!!!
Kitab Lukas memberitakan kelahiran Yesus yang disampaikan kepada Maria dan gembala. Sebagai gambaran seorang yang lemah dan kaum marginal… kaum yang memakai HATI dari OTAK.
SEDANGKAN kitab Matius adalah berita kelahiran kepada Yusuf dan Kaum Majus sebagai gambaran orang yang pintar, dipandang orang, kaum yang kuat, kaum yang memakai OTAK dari HATI.
Lepas dari dua hal itu. Maka kita melihat bahwa Allah kita LUAR BIASA, Allah yang dahsyat karena cara kerja tidak terjangkau atau terpikirkan oleh manusia, Unik dan menakjubkan.
- TAAT walau TIDAK MEMUNGKINKAN. Yusuf seorang yang tulus hati [1:19 - diakoios = tulus, benar, kudus atau seorang yang berkarater kuat -- > artinya seorang yang tidak mudah terombang-ambing, berprinsip].
IBIS - Yusuf, tunangannya itu, adalah seorang yang selalu mentaati hukum agama. Jadi ia mau memutuskan pertunangannya, tetapi dengan diam-diam, supaya Maria tidak mendapat malu di muka umum.
Dari awal dia seorang yang tidak sembrono [1:20] dalam membuat segala hal. Oleh sebab itu dia disebut seorang yang ‘diakoios’.
Aplikasi: Julukan itu selalu mampir dalam hidup sesuai dengan kehidupan sehari-hari, keputusan yang selalu diambil, pola pandang kita, gaya hidup kita dan cara kerja kita. Walau pun, sulit diterima akal dan kondisi sangat memojokkan dirinya, dia tetap menaati.
Kali kedua, ketika Yusuf diperingatkan melalui Malaikat Tuhan untuk menyingkir ke Mesir, dia segera pergi tanpa Tanya lagi, tanpa mempertimbangkan, tanpa bermaksud melawan seperti waktu mau menceraikan Maria.
Segera mempersiapkan perjalanannya ke Mesir. Disini luar biasa, persembahan dari Majus telah Allah rencanakan untuk membiayai perjalanan mereka ke Mesir. Dan sekaligus menggenapi nubuatan di kitab Hosea 11:1.
Aplikasi:
1. Tidak mau jatuh dalam lubang yang sama.
2. Dia sudah melihat beberapa hal dengan Allah yang dipercayainya adalah Allah yang Luar biasa, oleh sebab itu, walau kondisi yang tidak mendukung untuk beriman dan taat, namun dia tetap menjalani semua itu dengan DIAM, tidak berkeluh kesah, tidak bersunguht-sungut, tidak bertanya-tanya:’kenapa malah melahirkan Mesias, seharusnya diberkati dan luar biasa namun kok malah alami banyak kesulitan!”.
2. TAAT walau TIDAK MEMBABI BUTA. Tidak sedikit orang berpikir bahwa 'berjalan dalam ketaatan' bersama Allah berarti kehidupan yang berserah total. Dan ini dimaknai seperti robot, dan membiarkan pikiran atau ratio kita dalam posisi netral. Pdhal tidak sepenuhnya benar, dalam kasus sebelumnya terlihat dari kasus sebelumnya dia tidak mau jadi ROBOT, tetapi ditegur oleh Tuhan. Lalu dalam kasus kedua dia malah seolah-olah seperti ROBOT. Dan kali ketiga ini, dia bertindak dalam perpaduan robot dan akal manusia atau hikmat Allah.
Pdhal Tuhan ingin kita menaati (red: mengasihi) dengan segenap hati dan pikiran (Mat 22:37), itu berarti mengiringi Tuhan itu bukan memBABI-buta atau juga setengah2 aja. Tuhan memakai dan memanggil kita atau memimpin kita dengan hati dan OTAK…. Karena semua itu diciptakan oleh Allah untuk tinggal dalam tubuh kita dan dimanfaatkan secara benar dan tepat adanya.
Ketaatan Yusuf dalam peristiwa NATAL membersitkan hal itu! Yusuf peka akan situasi politik, plus mimpi dari Allah sehingga dengan hikmat dari Tuhan ia 'menyingkir' maka tergenapi-lah nubuatan nabi. Ini ketaatan yang sangat luar biasa.
Sunday, December 04, 2011
HATI YANG PENUH HARAP
Sunday, November 27, 2011
Datangnya Seorang Raja
Zakharia 9:1-10 (9) Matius 21:1-11
Pendahuluan
Pasal 1 (Za 1:1-6 (TB)). Panggilan Allah kepada bangsa Israel untuk bertobat
Pasal 1-6 (Za 1:7-6:15 (TB)). Nabi Zakharia memperoleh penglihatan-penglihatan
Pendalaman Kitab Zakharia
· Pasal 1:7-17 - Penglihatan 1: nabi Zakharia sebagai penunggang kuda memberitakan tentang keamanan di bumi.
· Pasal 1:18-21 - Penglihatan 2: 4 tanduk dan 4 tukang besi, yang mempunyai arti bahwa kerajaan yang menindas bangsa Israel mengalami kehancuran.
· Pasal 2:1-13 - Penglihatan ke3: orang yang memegang tali ukuran dan mengukur kota Yerusalem, yang mengartikan bahwa Allah akan memanggil pulang umat-Nya.
· Pasal 3:1-10 - Penglihatan ke 4: penglihatan tentang Yosua yang menjadi imam besar sebagai gambaran Yesus Kristus sebagai Imam penghapus dosa manusia.
· Pasal 4:1-14 - Penglihatan ke 5: mengenai kandil emas yang menggambarkan Roh dan Firman Tuhan yang memberikan keberhasilan kepada Zerubabel.
· Pasal 5:1-4 - Penglihatan yang ke 6: mengenai gulungan kitab yang terbang yang mengartikan hukuman bagi semua orang yang menolak hukum Allah.
· Pasal 5:5-11 - Penglihatan ke 7: Mengenai perempuan dalam gantang yang menggambarkan bahwa tanah Yehuda akan dibersihkan dari segala kejahatan.
· Pasal 6:1-8:23). Allah mengajarkan tentang ibadah puasa yang benar kepada bangsa Israel, dan janji keselamatan bagi bangsa-bangsa.
· Pasal 9:1-8 -Nubuatan tentang hukuman yang dijatuhkan kepada bangsa-bangsa.
· Pasal 9:9-10 - Nubuatan tentang kedatangan Raja yang kekal (Yesus Kristus).
· Pasal 9:11-11:3 - Nubuatan tentang pembebasan dan pemulihan kembali bangsa Israel.
· Pasal 11:4-17 - Nubuatan tentang penolakan bangsa Israel terhadap Gembala yang baik.
· Pasal 12:1-14 - Nubuatan tentang pembebasan dan pembaharuan Yerusalem.
· Pasal 13:1-9 - Nubuatan tentang pembersihan yang dilakukan Allah terhadap kota Yerusalem.
· Pasal 14:1-21 - Nubuatan tentang kedatangan Tuhan sebagai Raja di Yerusalem.
Kesimpulan/penerapan
Kitab Zakharia mengajarkan bahwa segala sejarah dunia sudah berada dalam pengetahuan Allah dan kuasa-Nya. Nubuatan akan kedatangan Yesus yang pertama telah terjadi, mengajarkan bahwa nubuatan yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali pasti akan digenapi. Nubuatan-nubuatan yang sudah digenapi membuktikan bahwa Allah tidak pernah berdusta/berbohong dalam perkataan-Nya.
Gambaran ini kemudian terjadi dalam Matius 21 ditandai dengan masuknya Sang Raja ke Yerusalem, untuk menjalankan misi utama-Nya yaitu menegakkan kembali Kerajaan Surga di tengah dunia ini, mengalahkan kuasa kematian, memberikan kuasa kebangkitan, dan memenangkan jiwa. Jadi bahasan dalam Matius 21-28 ini sangatlah penting dari seluruh Injil Matius yang bertemakan Kerajaan Surga. Dia saat ini berada di pinggir kota Yerusalem yaitu di Betfage. Tidak ada yang tahu dengan pasti letak Betfage karena terlalu kecil ukurannya, Alkitab mencatat bahwa Betfage terletak di dalam Bukit Zaitun yang terletak di sebelah Timur Yerusalem, tepat di tepi Yerusalem. Tuhan Yesus berhenti di Betfage, lalu menyuruh muridNya pergi ke Yerusalem untuk “meminjam” keledai betina yang tertambat dan anaknya di dekatnya. Ini menunjukkan kedaulatan Allah yang berjalan dengan perkembangan yang Dia tetapkan. Allah adalah Allah yang mempunyai rancangan jalan. Banyak orang yang tidak bisa mengerti bagian ini.
Ketika kita melihat bagaimana Tuhan Yesus melangkah, di dalam Dia mempersiapkan para murid-Nya, perjalanan yang dilakukanNya, banyak orang tidak bisa menangkap apa yang dikerjakan-Nya (apa yang akan dilakukan-Nya), bahkan para murid-Nya pun tidak mengerti meskipun sudah Kristus jelaskan tentang misi-Nya. Allah tidak pernah menunggu sampai mereka mengerti. Disini butuh keterdekatan dan kepekaan agar bisa berjalan beriringan dengan-Nya, inilah yang disebut dengan iman. Iman sejati bukanlah mengajarkan supaya Tuhan ikut dengan manusia, tetapi justru manusia yang harus ikut Tuhan.
Di dalam Alkitab tidak pernah dikatakan bahwa Tuhan ikut manusia, justru Tuhan memerintahkan para murid untuk menjadi penjala manusia dan mengikuti Tuhan, sangkal diri, pikul salib dan mengikut Tuhan. Hidup kekristenan menuntut kita taat dan setia kepada Tuhan, hidup di dalam Tuhan, berjalan bersama Tuhan. Iman Kristen yang tidak mengerti hal ini akan membuat manusia berjalan terseok-seok dalam kehidupan ini, makin menuntut akan makin menjauh dan terhilang dari Tuhan, dan akhirnya seluruh hidup kita menjadi rusak. Bagaimana seluruh hidup dipusatkan kepada Tuhan, itulah bagaimana kita mengejar, berjalan di tengah-tengah dunia ini.
Setiap kehidupan iman yang berjalan dengan baik, kita akan dapat melihat tatanan kerja Tuhan. Seluruh sejarah dapat berjalan karena Allah yang menopang sejarah. Namun manusia sering mempermainkan sejarah. Tuhan adalah Raja, juga Raja atas sejarah, inilah kunci penting dalam Injil Matius. Alkitab memang mencatat Yesus datang untuk manusia, tetapi Alkitab tidak menegaskan bahwa selalu mengerti manusia (seharusnya sebaliknya) Tuhan mengikuti keinginan manusia, bahkan kalau manusia yakin maka Tuhan akan menuruti kemauan manusia. Alkitab mengatakan TIDAK! Manusia yang harus ikut Tuhan, belajar ikut dalam derap Allah. Beriman bukan berarti pikir diri, melainkan pikir Tuhan. Beriman bukan berarti memusatkan kepada diri, melainkan memusatkan hidup kepada Kristus. Beriman bukan berarti kita menikmati segala sesuatu, melainkan kita menikmati hidup di dalam Tuhan. Tanpa iman yang berpaut kepada Tuhan atau Firman, tidak ada iman yang Alkitabiah, karena Firmanlah yang begitu kuat mengunci bagaimana manusia harus balik kepada Tuhan.
Pada bagian terakhir ini, secara manusia, para murid belum mempunyai kesiapan. Dalam Matius 21 pun kita masih melihat berbagai konflik, tetapi Tuhan tidak menunggu, Dia tetap jalan terus, karena waktu adalah waktu Tuhan, dan waktu Tuhan sudah tiba, berarti tidak bisa ditunda lagi dan harus dijalankan. Problema ini tidak selesai bahkan sampai abad 21 ini, manusia selalu mau jalan menurut kemauan dan pikirannya yang berdosa. Jadi saudara melayani atau tidak mau melayani, Tuhan sudah tidak menunggu lagi. Oleh sebab itu, SEHARUSNYA kita bertindak, bekerja melawan WAKTU. Jadi kalau kita sibuk hanya untuk EGO, Tuhan biarkan saja.
Mungkin juga banyak masalah di Indonesia karena kita tidak BERFUNGSI sama sekali.
Dalam Matius 21, Tuhan Yesus memasuki Yerusalem, pada saat itu para murid suka atau tidak suka, siap atau tidak siap harus ikut masuk untuk menjalankan misi utama Kristus. Pertama-tama Kristus mengajar para murid untuk melihat kedaulatan Kristus, ke-raja-an Kristus (The Kingship of Christ). Kristus adalah Tuhan dan raja yang menegakkan ke-raja-anNya di tengah alam semesta. Posisi Yesus sebagai raja adalah posisi yang unik, Dia mempunyai kedaulatan yang luar biasa. Ketika Kristus menyatakan ke-raja-anNya, maka kita harus:
· BERUBAH SESEGERA MUNGKIN
Cerita ini sangat unik, dalam Injil Yohanes cerita ini ditaruh di bagian depan untuk menggambarkan Kristus sebagai Tuhan langsung datang ke Bait Allah, membersihkan Bait Allah, mengembalikan fungsi Bait Allah ke fungsi yang seharusnya yaitu sebagai tempat untuk bertemu dengan Tuhan, tempat yang harus benar, suci dan tidak dicemarkan oleh hal yang lain; Injil Matius justru meletakkan cerita ini di bagian belakang. Ketika Tuhan Yesus mengusir orang yang berjualan di Bait Allah, orang-orang tersebut tahu bahwa hal tersebut adalah salah tetapi mereka juga tidak suka diperlakukan seperti itu oleh Tuhan Yesus. Inilah konflik. Tetapi, di situlah Yesus hendak menunjukkan bahwa Dialah pemilik Bait Allah, BapaKu yang punya tempat dan AnakNya datang untuk merapikan.
Kemudian Dia mengutuk pohon ara yang tidak berbuah tetapi berdaun lebat. Kalau cerita ini dicopot dari konteksnya maka Tuhan Yesus menjadi Tuhan yang iseng. Ketika Kristus mengerjakan sesuatu, Dia bukan sekedar iseng, dan juga tidak berhubungan dengan kepentingan si pohon ara atau kepentingan orang. Orang Kristen yang sesat atau yang bukan Kristen akan memikirkan mujizat adalah untuk kepentingan obyek. Alkitab atau iman Kristen yang beres selalu mengatakan bahwa mujizat adalah untuk kepentingan subyek. Kristus mengadakan mujizat untuk kepentingan Sang Kristus, menyatakan siapa Dia sesungguhnya.
Maka kalau kita melihat semua yang terjadi dari sudut pandang yang tepat, kita akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi, kita bisa menangkap cara pikir Tuhan, kita bisa mengerti apa yang sedang dijalankan, dan penafsiran kita bisa akurat, karena sudut pandangnya sudah selaras dan sudah masuk ke dalam prinsip yang Tuhan inginkan. Ketika Tuhan mengutuk pohon ara, Dia ingin menunjukkan bahwa Dialah yang berkuasa atas seluruh alam semesta, Dialah penciptanya, maka kalau tidak berjalan semestinya Dia berhak untuk bertindak. Tuhan sedang menunjukkan bahwa Dia adalah raja. Ini adalah demonstrasi kuasa yang sangat dasyat yang menuntut para murid untuk merombak cara pikir mereka.
Kemudian 2 cerita berikutnya, Tuhan hendak menunjukkan bahwa orang rohaniawan yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Cerita ini hendak menyindir dan menyatakan nasib dari para ahli Taurat, orang Farisi, pimpinan agama. Orang-orang sekelilingNya sangat mengerti siapa yang dimaksud oleh Tuhan, mereka marah sekali, tetapi mereka tidak berani berbuat apa-apa karena Dia dilihat sebagai nabi dan mempunyai massa besar. Di tengah-tengah cerita ini muncul pertanyaan besar yaitu dengan kuasa siapakah Dia bertindak, siapakah Dia.
Kalau kita beres dalam hal sudut pandang, maka kita akan dapat melihat siapakah Kristus. Kalau kita gagal mengenal Kristus, gagal mengenal Tuhan kita, maka yang dikatakan Francis Schaeffer akan terjadi yaitu saya melakukan apa yang saya pikirkan dan saya pikirkan apa yang saya percayai. Kepercayaan/ iman yang beres belum tentu menghasilkan pikiran yang beres tapi kemungkinan untuk itu ada tapi perlu perjuangan; tetapi iman yang tidak beres pasti akan menghasilkan pikiran yang tidak beres. Iman yang menjadi dasar pertama haruslah beres terlebih dahulu. Siapa diri kita tergantung seberapa jauh dan seberapa akurat kita mengenal Allah yaitu Yesus Kristus sebagaimana yang disaksikan oleh Firman.
2. Taat kepada Kristus
Dia memerintah muridNya untuk meminjam keledai. Beberapa orang mengatakan bahwa “password” untuk meminjam keledai tersebut adalah : Tuhan memerlukannya. Ada 2 point besar dari kalimat tersebut yaitu:
a. yang memiliki sedang menggunakan hak pakainya atas miliknya.
b. Tuhan adalah otoritas tertinggi, benda tersebut adalah kepunyaan manusia, tetapi tetap berada dibawah otoritas Allah sebagai pemilik alam semesta.
Ke-raja-an Kristus menuntut kita kalau mau dipakai oleh Tuhan, kita tidak ada hak untuk menolak. Tidak ada hak pribadi, hak manusia, yang ada hanyalah tanggung jawab. Tuhan mau pakai milikNya, Tuhan mau menyatakan otoritas totalNya, berani berontak berarti bunuh diri. Berontak kepada Allah adalah esensi dosa. Berani berbalik dari kehendak Allah adalah dosa, bahkan ketika masih di pikiran dan belum dilakukan itu sudah salah. Tidak ada orang yang bertanya lebih lanjut mengenai siapa tuan yang hendak meminjam keledai tersebut, inilah yang menunjukkan bahwa Kristuslah raja.
Seberapa jauh hidup kita mengerti akan ke-raja-an Kristus dan mengaplikasikannya dalam ketaatan? Kita seharusnya sadar bahwa kita berada di dalam Kristus dan kalaupun kita berontak, kita tetap milik Kristus. Ketika seluruh dunia berontak ataupun rusak, tetaplah milik Kristus, hak penuh untuk melakukan tindakan selanjutnya adalah di tangan Kristus.
Ketika kita balik kepada Kristus kita akan merasa nyaman dan tenteram dalam hidup ini karena kita tidak lagi menjadi seteru Allah. Di dalam situasi krisis bukanlah waktunya kita menjadi seteru Tuhan, melainkan merupakan waktu kita masuk ke dalam pelukan Tuhan sehingga semua menjadi indah dan nyaman. Betapa konyolnya kita kalau kita justru melawan Tuhan dan raja atas hidup kita.
3. Berpikir dalam kebenaran
Tuhan Yesus meminta memakai keledai adalah untuk menggenapkan nubuat dari Zakharia yaitu: Hai puteri Sion, dengarkanlah dan lihatlah, Raja itu akan masuk ke Sion, Rajamu datang, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai beban betina yang muda.
Waktu Kristus memasuki Yerusalem dengan menaiki keledai, orang Israel langsung tahu bahwa inilah sang raja itu, maka respon mereka juga tepat yaitu mengutip Mazmur 118, yaitu berteriak: Hosana bagi Dia Anak Daud, yang datang dalam nama Tuhan, Dia yang maha tinggi! Orang-orang itu menghamparkan jubah mereka yang mahal di jalan, merupakan wujud penghormatan. Orang yang melihat pemandangan itu langsung akan tahu bahwa Sang Raja sedang datang. Tetapi ada beberapa hal yang masih merupakan kesulitan.
Ketika orang banyak itu ditanya tentang siapakah Kristus? Mereka menjawab bahwa Dia adalah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea. Ini adalah jawaban yang membingungkan dan aneh karena ada kesulitan besar dalam pikiran mereka. Dalam pikiran mereka, Kristus akan datang sebagai raja dan mereka tahu sekali bahwa pemandangan yang mereka lihat menunjukkan bahwa Kristus adalah raja; tetapi sambil mereka berteriak Hosana bagi Sang Raja, otak mereka tidak bisa mengerti mengapa raja ini tidak mengalahkan Herodes maupun Tiberius, mengapa raja ini tidak mempunyai kuasa besar dan luas, tidak berbadan kuat, tidak naik kuda Persia, sebagaimana mestinya seorang raja menurut pikiran mereka. Karena kebingungan inilah mereka menjawab sekenanya yaitu Yesus adalah nabi dari Nazaret. Padahal di dalam Alkitab tidak pernah disebutkan ada nabi yang dari Nazaret. Konflik semacam ini masih terjadi sampai abad 21 ini.
Ketika kita tahu akan Firman Tuhan, kita akan mengaplikasikannya, kita mengalami konflik, terlalu banyak yang tidak cocok dengan pikiran kita, dan kalau kita omongkan, orang lainpun juga tidak mengerti. Maka kita akan menjawab secara pragmatis sekali. Kita bukannya berperang untuk kebenaran tetapi kita hanya mencari aman sendiri, yang cocok dengan diri. Adalah panggilan kita untuk menyatakan kebenaran Kristen walaupun kita adalah minoritas atau bahkan sendirian sekalipun, kita dipanggil untuk memberikan jawaban yang jujur. Jawaban yang pragmatis justru akan menyesatkan dan membuat orang lain tidak bisa mengerti siapakah Kristus yang sebenarnya. Ketika kita takut untuk menyatakan kebenaran, apakah akan menyelamatkan kita? Di saat kita pro dengan dunia dan berontak kepada Kristus, apakah akan menyelamatkan kita? Tugas kita di tengah dunia ini adalah berpikir dalam kebenaran, jangan ber-pragmatis ria di tengah dunia ini, jangan bermain dalam tipuan yang rusak.
Apakah makna Yesus Kristus dating sebagai raja?
1. Sukacitalah
2. Tetap dalam visi kedatangan-Nya, yaitu agar orang lain dapat diselamatkan.
Monday, April 25, 2011
Kebangkitan Yang BERBICARA
Yohanes 20:1-18
Pendahuluan
Ketika Maria dan perempuan lainya hendak mengunjungi kubur Yesus, mereka hanya menemui sebuah fakta bahwa kubur Yesus kosong. Selain itu di area kubur kosong itu terdapat 3 orang yang melihat kubur Yesus kosong dengan 3 reaksi yang berbeda juga. Walau pun kubur telah kosong, namun Maria masih bersedih (ayat 11-13); sedangkan Simon Petrustidak mengatakan apa-apa (ayat 6-7). Dan murid yang lain, ketika melihat kubur kosonglangsung percaya kepada apa yang dikatakan Maria (ayat 8). Walau mereka memiliki reaksi yang berbeda tetapi memliki 1 persamaan yaitu bahwa mereka masih belum mengingat dan memahami bahwa Yesus bangkit pada hari yang ke 3. Jadi walau mereka sering mendengar firman, namun perkataan atau pengajaran Yesus tidak masuk sampai ke dalam sekali atau tidak meresap dalam hati mereka (Apakah mereka hanya kagum dengan mujizat-mijizat Yesus, sehingga tidak memperhatikan firman dari Yesusnya?) Bukan tidak sedikit orang yang merasa puas kalau melihat sosok tokoh idola, lepas bagaimana hidupnya, perkataannya, dsb. Ketidaksadaran inilah yang membuat para murid-murid pada saat itu tetap saja masih bersedih (ayat 9).
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kehadiran demi kehadiran Yesus setelah kebangkitan-Nya itu kepada pada murid-murid. Yesus memiliki banyak cara untuk mengisi kekosongan hati atau kekuatiran atau trauma dalam hidup mereka, yaitu:
1. Bagi Maria, Kematian Bukan akhir segalanya tetapi awal dari kehidupan Yang Lebih INDAH.
Kedatangan Maria ke kubur pagi-pagi benar adalah untuk melakukan pembalseman pada mayat Yesus. Namun semua menjadi BATAL karena mayat Yesus tidak ada, malah berjumpa dengan Yesus yang sudah bangkit dari kematian. Kematian tidak bisa menguasai tubuh yang tersalibkan dari Tuhan Yesus.
2. Mereka, termasuk Maria memahami kematian sebagai kebinasaan, keterpisahan, kerugian, malapetaka; bahkan tidak sedikit yang berpendapat kematian adalah pemisahan secara paksa dari kehidupan bersama Tuhan. Ini dikarenakan bahwa kematian adalah BATAS akhir dari kehidupan manusia, tidak ada lagi yang bisa dilakukan lagi atau dilanjutkan.
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya”(Yoh. 11:25).
1. Bagi Maria
Dalam Yoh 11:1-45, Maria dan Marta penah mengalami kesedihan yang ditinggal saudara laki-laki mereka yang bernama Lazarus. Sulit bagi Maria dan Marta untuk menerima kenyataan bahwa Lazarus telah mati. Mereka terpuruk, seakan-akan tak ada harapan lagi bagi mereka. Tuhan Yesus yang mereka harapkan datang lebih awal, ternyata datang setelah Lazarus dikubur. Mereka menganggap kehadiran Tuhan Yesus tak mampu mengubah keadaan. Bagi mereka, dibalik batu kuburan Lazarus, yang ada hanyalah kematian. Tidak ada harapan! Namun bagi Allah, selalu ada kemungkinan baru, harapan baru dan kehidupan baru. Pengalaman Lazarus yang dibangkitkan dari kematian, menunjukkan kekuatan Roh Allah yang sungguh memberi kehidupan.
Lalu SEKALI lagi, Yesus meninggalkan mereka. Sekarang bukan lagi Lazarus yang mati tetapi Yesus yang pernah membangkitkan saudara mereka yang malah MATI. HABIS sudah pikirnya! Yesus yang membangkitkan malah mati, kalau demikian BERHARAP kehidupan pada siapa lagi?
Maria dan murid-murid Tuhan Yesus, pada malam sebelumnya jelas bukan berada dalam keadaan damai sejahtera. Lebih tepatnya, malam itu mereka bersedih karena Guru mereka meninggal. Mereka juga ketakutan, karena mereka (1) sudah tidak memiliki pemimpin, bahkan mereka (2) berada di bawah bayang-bayang pengejaran oleh orang-orang Farisi dan penguasa saat itu, yang menganggap mereka dapat menjadi bibit teroris baru, yang menggantikan Yesus, setelah pemimpin mereka mati. Kita dapat merasakan bahwa pada saat itu, para murid-murid juga sedang bergumul.
Sangat mungkin ayat 25 itu hanya diingat Maria tetapi tetap tidak melawat hidupnya, oleh sebab itu, kebangkitan ini kembali mengingatkan Maria.
Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.
Tuhan tahu apa yang menjadi masalah dari Maria, yaitu ketakutan pada kematian. Oleh sebab itu, Yesus sekali mengajarkan bahwa Kematian bukan akhirnya segalanya tetapi menjadi awal kemenangan orang percaya. Maria gagal memahami hal ini, tetapi Tuhan membangkitkan dia kembali untuk sadar akan arti kehidupan yang kekal.
2. Bagi PETRUS:
Kebangkitan Kristus memberi pengharapan akan perubahan arah hidup dari Petrus. Kematian Yesus sangat menenggelamkan seluruh CITA-CITAnya, masa depannya, rencananya sejak awal. SIAPA yang TIDAK BANGGA dari Nelayan lalu sekarang menjadi murid seorang Guru BESAR. Tetapi kalau orang yang menjadi sandarannya ternyata MATI, apa dia tidak kecewa berat?
Belum lagi masalah lainnya, yaitu sejak penyangkalannya kepada gurunya, Petrus hidup dalam perasaan BERSALAH yang AMAT dalam.
Petrus, yang telah kembali menjadi nelayan, sedang berharap cemas atau sedang menantikan dengan cemas: yaitu apa Yesus datang kepadanya? (Luk 24:12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.). Jadi ketika teman-temannya berkata Yesus ada di pantai, Petrus begitu senang luar biasa dan segera menghampirinya (Yohanes 21:7 “Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau].
Setelah Yesus mati di atas kayu salib, maka mereka semua lari ketakutan dan kembali kepada profesi mereka. Namun peristiwa kebangkitan telah merubah kembali arah hidup para murid-murid, khususnya Petrus, yaitu bukan berharap menjadi PEJABAT atau memperoleh kedudukan secara politis. Fokus mereka sekarang adalah untuk BANGKITmenjadi berkat bagi orang lain, Menyelamatkan dunia. Kedatangan Yesus telah mengubah mereka, yaitu MENGUBURKAN KARIR atau CITA-CITA atau agenda pribadi mereka, dan MEMBANGKITKAN atau meneruskan agenda ALLAH bagi dunia ini.
3. Bagi Tomas:
Ada banyak cara untuk Yesus selalu menjawab atau memecahkan dan mengertiakan MASALAH kita. Dan IA selalu mengisi seluruh kekosongan dari ruang hati kita tersebut sampai PENUH.
Ketika Yesus bangkit dan semua murid-murid heboh akan berita tersebut, ternyata Tomas tidak bersama-sama dengan mereka (ayat 1). Tomas yang menyendiri atau jauh dari persekutuan dengan murid-murid lainnya atau sesamanya memberikan efek ketiadaan sukacita, maka ia tidak menerima berkat dan sukacita seperti yang lainnya. Murid-murid lainnya dilawat oleh Allah, tetapi Tomas dilewat oleh berkat-Nya.
Matthew Henry: Ketika seseorang meninggalkan persekutuan kristiani, sesungguhnya mereka tidak mengetahui mereka sedang kehilangan apa? (tepat sekali perkataan Henry. Kita sering merasa dan berpikir bahwa saya tidak rugi apa2 dan tidak kehilangan apa pun).
Adam Clarke: dengan absennya ia dari kumpulan murid-murid, ia kehilangankesempatan yang berharga untuk melihat dan mendengar Kristus; dan untuk menerima (pada saat ini) berkat yang tak ternilai dari Roh Kudus]. Tomas kehilangan banyak hal yang baik, dan mendapatkan banyak hal yang buruk / jahat, tetapi ia tidak sadar akan keadaannya. Lihatlah konsekwensi dari tindakan meninggalkan perkumpulan umat Allah! Yaitu: hatinya menjadi makin keras dan gelap melalui tipu daya dari dosa.
Oleh sebab itu, tidak heran jika Tomas membutuhkan BUKTI yang KurangAjar.Dan hal itu wajar saja nampaknya! Karena orang jauh dari persekutuan biasanya memiliki sikap-sikap seperti orang yang tidak pernah KUMPUL dengan Yesus atau memiliki sikap yang kurang sopan, seperti seorang preman.
Sekali lagi IA butuh anugerah untuk bisa menikmati kembali pengampunan dan kasih dari ALLAH.
Filipi 4:13-19: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus”. Menghadapi kesulitan, pencobaan, dukacita atau apapun juga, percayakan semua kepada Tuhan. Lakukan kebenaran Firman Allah. Jadikan hidupmu berkenan kepadaNya agar Ia percaya kepadamu ketika engkau percaya kepadaNya. Seperti Maria, datanglah dengan kerendahan hati, hingga jatuhlah belas kasihan Yesus. Pada saat itulah datang pertolongan Tuhan. Saat itulah saudara akan melihat Allah mengerjakan perkara-perkara yang tidak pernah saudara pikirkan.
Ternyata Tuhan kita begitu kaya (bukan hanya secara jasmani belaka) tetapi juga kaya untuk memenuhi masalah atau pergumulan atau kekosongan hati dari Tomas. Dan cara Tuhan melawat setiap pribadi lepas pribadi sangat unik dan berbeda. Tuhan kita sungguh luarbiasa! Kiranya Paskah 2011 juga masih memiliki khasiat yang kaya bagi pergumulan atau masalah saudara.
PENUTUP
Apakah arti kebangkitan-Nya bagi saudara pribadi? (1 Kor. 15:25-27), Pilihan kita menentukankepada siapakah kita menaruh iman dan pengharapan kita ! Keputusan kita menentukan arah hidup Kita. Paskah tahun ini juga kiranya memberikan suatu asa baru, seperti Petrus yang menantikan apa yang akan terjadi, kiranya semangat yang sama juga kita miliki!