Showing posts with label Khotbah. Show all posts
Showing posts with label Khotbah. Show all posts

Monday, March 11, 2013

SAAT –SAAT YESUS DIURAPI


Markus 14:1-9
Markus adalah surat tertua dari 4 injil.
Betania berarti ‘rumah miskin’… kota tempat Lazarus dibangkitkan dan sekarang disebut lagi…setelah menjadi malam terakhir sebelum penyaliban.
Kisah ini menjadi menarik karena ditulis dalam masa akhir pelayanan Yesus, kemudian diikuti dengan kisah pengkhianatan muridNya sendiri, yaitu Yudas. Rupanya, melalui kedua kisah tersebut, penginjil Markus ingin membeberkan suatu realita yang dihadapi oleh Tuhan Yesus. Realita tersebut adalah bahwa setelah Dia melakukan segala-galanya bagi umatNya, itu tidak berarti bahwa umatNya pasti menjawab kasih dan pengorbananan tersebut dengan sikap yang benar.
Dalam kisah tersebut di atas, dikisahkan bahwa ada dua reaksi yang muncul terhadap tindakan tersebut. Reaksi pertama, Markus menulis : "Ada orang yang menjadi gusar". Siapakah orang yang menjadi gusar tersebut? Menurut Penginjil Matius, mereka itu adalah murid-murid (Mat. 26:8). Mereka protes dan berkata, "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?" (Mark. 14:4). Menurut Injil Yohanes, orang tersebut adalah Yudas (Yoh.12:4).
Mengapa mereka berkata demikian? Mereka mengatakan demikian bukanlah tanpa alasan.
i.            Ayat 3 :’minyak narwastu ‘murni’ (Mati 26:7 dan Yoh 12:3 ‘mahal’) narwastu ini berasal dari tanaman di peg. Himalaya. Minyak ini sulit diperoleh karena termasuk barang langka, sehingga sering dipalsukan. Itulah sebabnya untuk menunjukkan bahwa minyak yang diberikan perempuan itu kepada Yesus bukanlah minyak yang palsu, maka ditambahkanlah kata “murni” di belakang kata-kata “minyak narwastu”. Karena kelangkaan dan tingkat kesulitan untuk memperolehnya, maka minyak ini dihargai dengan mahal. Minyak itu kemudian dicurahkan ke atas kepala Yesus.  Lukas tidak menyebutkan mahal atau pemborosan, tetapi memasalahkan wanita dosa urapi seorang pria dan nabi.
ii.            Murid-murid, khususnya Yudas -yang saat itu bertugas sebagai bendahara- adalah ´ahli ekonomi", dan nampaknya juga berjiwa sosial. Harganya di Yohanes disebut sebagai 300 dinar (gaji sepuluh bulan dari seorang). Lalu kota ini adalah penduduknya tidak semua kaya (kota betania – rumah miskin). Perhatikan alasan mereka: Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin" (ay. 5).
·           Barangkali murid-murid berkata: "Cinta sih cinta, tetapi jangan berlebih-lebihan dong. Bersyukur sih bersyukur, tapi yang benar dong caranya. Logis sedikit, gimana sih? Masa boros seperti itu."
iii.            Yang diam, namun memberi; sedangkan biasanya Yang Kritik biasanya tidak berbuat! Yesus memaklumi alasan mereka, namun tidak berarti kemiskinan bisa hilang hanya karena si wanita tidak jadi mengurapinya.
Yesus menyayangkan mengapa ketika seorang perempuan mengeluarkan banyak uang untuk Yesus, baru orang banyak yang hadir di situ mengingat orang miskin? Padahal tidak selamanya perempuan itu menghabiskan uang untuk hal yang sia-sia, makanya Yesus menganggap yang dilakukan perempuan itu tidaklah perbuatan yang salah. Alasan itulah yang mendorong Yesus untuk mengatakan : “Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu”.
Ayat 9 "Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat Dia."Apakah perempuan ini tahu Yesus akan meninggal dan disalibkan?
i.            Sedikit perdebatan, ketika Yesus mengatakan : “Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku”. Dari perkataan ini yang menjadi perdebatan adalah apakah sebenarnya perempuan ini mengetahui akan kematian Yesus yang sebentar lagi akan tiba?
ii.            Ataukah, hanya kebetulan saja perempuan ini meminyaki tubuh Yesus? Dalam tradisi Yahudi, orang yang baru saja meninggal harus diolesi minyak agar tidak berbau sampai hari penguburan-Nya tiba.
iii.            Terlepas dari perempuan itu mengetahui atau tidak kematian Yesus yang sebentar lagi akan tiba, yang pasti Yesus begitu membela perempuan ini. Yesus mengangkat tindakan perempuan ini sebagai suatu tindakan terbaiknya kepada Yesus (ayat 8), sehingga perempuan itu layak dikenang ketika Injil diberitakan di seluruh dunia. Adalah suatu hal yang luar biasa, ketika Yesus menjanjikan kepada perempuan itu, bahwa perbuatannya akan dikenang oleh seluruh dunia.
Memang!!!! Terlalu banyak controversial yang Yesus katakan, lakukan dan ajarkan:
1.     Sistem pengurapan Yesus.
Biasa pengurapan seorang Raja, dilakukan di Istana atau di Bait Allah oleh seorang Imam Besar. Namun disini Yesus ‘memberikan diri’ kepada seorang wanita (sudah tidak wajar), pelacur, bukan pelayan Rohani.  Oleh sebab itu, Tuhan mengatakan bahwa ‘dimana injil diberitakan, apa yang disebut juga mengingat dia.’ (ayat 9). Itu artinya
·         apa yang dilakukannya, yaitu pengurapannya itu memberikan penguatan kepada Yesus saat akan mengalami kesengsaraan sampai mati di kayu salib. 
·         Kisah ini selalu diingat di masa-masa kesengsaraan Yesus, yaitu Kasih-Nya yang membuat Dia mau mati di Salib. Bagaimana dengan kita? Itulah yang harus terus diingat oleh kita? Maaf kadang puasa aja begitu susah…. Baca Alkitab aja malas… berdoa aja sudah tidak sempat…
·         Renungan bagi pemilik HP smartphone or Blcaberry:
Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami yang memiliki Handphone. Karena kami:
Lebih banyak mengisi Pulsa daripada mengisi kantong kolekte.
Lebih banyak ‘PEGANG HP’ daripada ‘Pegang Alkitab’
Lebih banyak ‘BACA SMS’ daripada ‘Baca Alkitab’
Lebih sering Nelpon namun Jarang bersekutu dengan Tuhan
Lebih sering buka Bluetooth daripada sujud bertelut dibawah kaki-Mu.
Lebih sering searching dalam kegelisahan jika signal provider tak terdeteksi daripada suara Tuhan tak terdektsi.
2.     Sistem penghargaan
Perbuatan ini disuruh untuk diingat!
Yesus sangat menantikan ada seseorang yang memberikan sesuatu bagi diri-Nya. Ditunggu sampai mau mati tidak seorang pun (bahkan yang paling dekat) melakukan ‘pemborosan/ pengurapan’ bagi diri-Nya. Walaupun sebelum ini Yesus juga pernah puji, ‘pemborosan’ (kenapa orang ini tidak disebut pemborosan? Karena hanya kuantitas kecil… walau pun besaar bagi dirinya). Hal itu baru datang pada si wanita yang berdoa (dahulu berdosa). Celaka orang yang sudah mengalami anugerah malah tidak berani memberi untuk-Nya, minim berbuat sesuatu untuk si Miskin. Bisa bayangkan dan berpikir: kepada orang miskin aja tidak memberi, mana mungkin kepada Tuhan Yesus mereka juga mau memberi… untuk apa mereka hanya mencari Yesus? Untuk mendapat sesuatu bukan memberi sesuatu!!!!
Saudaraku, ketika merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus, seorang yang bernama C.T.Studd pernah berkata: "If Jesus is God and died for me, then, there is no sacrifice can be too great for me to make for Him" (Jikalau Yesus adalah Allah dan mati untuk saya, tidak ada lagi korban yang terlalu besar untuk saya persembahkan bagiNya).
3.     Sistem Nilai
Soal pemborosan itu, bukan pada nilai uang yang dikeluarkan atau barang yang terbuang! Tetapi apakah itu di’gelontor’kan untuk sesuatu yang primer dan memang pada porsi yang sebenarnya. Apakah tepat mengeluarkan nilai segitu untuk hal itu?
Aplikasi: Tidak sedikit, maaf para wanita yang memboroskan puluhan juta hanya untuk sebuah tas ber-merk! Kaget saya mendegar sepupunya ibu Nanncy yang dikasih pacarnya ketika Ulang tahun dengan tas seharga 24 juta :) Hah?????
Berapa yang kita buang untuk makan kita ke resto? Berapa yang kita buang untuk orang yang tidak mampu? Untuk pelayanan? Untuk perpuluhan? Untuk janji iman kita?
Yesus selalu menantikan, Tuhan Yesus tidak berarti tidak memperhatikan orang miskin. Semua yang dilakukan untuk orang-orang miskin rohani dan jasmani.
Ketika William Borden menyerahkan seluruh hidupnya kepada Yesus dan memberitakan Injil kemana-mana, termasuk di daerah-daerah sulit, tetapi kemudian meninggal dunia karena penyakit radang otak, banyak kawannya menyayangkan dan menyesalkan tindakan orang muda tersebut. Menurut mereka, seorang seperti dia yang penuh harapan, dari keluarga terkenal dan kaya, lulusan dari Yale University, tidak seharusnya memboroskan hidupnya secara demikian. Borden meninggal dalam usia muda, 38 tahun. Diduga, karena terlalu capek dan stress dalam pelayanan yang begitu sulit. Tetapi Borden tidak menyesal. Karena kemudian orang menemukan sehelai kertas di tempat pembaringannya dengan tulisan: "Saya sangat yakin, hingga kinipun Yesus menunggu tindakan seperti itu dilakukan untukNya. Yesus memang tidak memaksa orang-orang untuk melakukan hal tsb, seperti Dia juga tidak memaksa murid-murid. Memang pernah Dia mengatakan bahwa untuk menjadi pengikutNya haruslah rela mengutamakan Dia lebih dari pada harta, seluruh milik, bahkan dirinya. (Mat. 10:37-39). Tetapi Yesus menunggu dan masih terus menunggu di manakah ada hati yang berambisi memberi yang terbaik, memberi seluruh milik dan dirinya kepada Yesus. Hal itu sungguh memuaskan hati Yesus.
Bicara tentang Injil, apakah sebenarnya INTI daripada Injil? Bolehkah saya mengatakan bahwa sesungguhnya Injil itu adalah tindakan seseorang yang telah memboroskan seluruh HIDUP-NYA bagi umat manusia? Tetapi di sisi lain, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Injil ini juga berita "PEMBOROSAN" dari seseorang kepada Dia yang patut menerimanya. Yesus ingin agar hal tsb diberitakan..

Wednesday, December 12, 2012

KETAATAN tidak sama dengan MEMBABI BUTA.

Matius 2:22-23a
Pendahuluan
Bahasa Indonesia kadang kurang sempurna dalam mengartikan semua nama, namun tidak sedikit memberikan arti yang unik dan bagus sekali. Babi = polos, lugu dan lucu (makanya sering dipakai ikon). Sedang BUTA mengacu kepada seseorang yang tidak bisa apa2, nurut saja jika dituntun orang. Pokoknya pasrah saja. Tetapi jika digabung dua kata ini sudah berbeda makna!!!!

Kitab Lukas memberitakan kelahiran Yesus yang disampaikan kepada Maria dan gembala. Sebagai gambaran seorang yang lemah dan kaum marginal… kaum yang memakai HATI dari OTAK.
SEDANGKAN kitab Matius adalah berita kelahiran kepada Yusuf dan Kaum Majus sebagai gambaran orang yang pintar, dipandang orang, kaum yang kuat, kaum yang memakai OTAK dari HATI.

Lepas dari dua hal itu. Maka kita melihat bahwa Allah kita LUAR BIASA, Allah yang dahsyat karena cara kerja tidak terjangkau atau terpikirkan oleh manusia, Unik dan menakjubkan.

  1. TAAT walau TIDAK MEMUNGKINKAN. Yusuf seorang yang tulus hati [1:19 - diakoios = tulus, benar, kudus atau seorang yang berkarater kuat -- > artinya seorang yang tidak mudah terombang-ambing, berprinsip].

IBIS - Yusuf, tunangannya itu, adalah seorang yang selalu mentaati hukum agama. Jadi ia mau memutuskan pertunangannya, tetapi dengan diam-diam, supaya Maria tidak mendapat malu di muka umum.
Dari awal dia seorang yang tidak sembrono [1:20] dalam membuat segala hal. Oleh sebab itu dia disebut seorang yang ‘diakoios’.
Aplikasi: Julukan itu selalu mampir dalam hidup sesuai dengan kehidupan sehari-hari, keputusan yang selalu diambil, pola pandang kita, gaya hidup kita dan cara kerja kita. Walau pun, sulit diterima akal dan kondisi sangat memojokkan dirinya, dia tetap menaati.
Kali kedua, ketika Yusuf diperingatkan melalui Malaikat Tuhan untuk menyingkir ke Mesir, dia segera pergi tanpa Tanya lagi, tanpa mempertimbangkan, tanpa bermaksud melawan seperti waktu mau menceraikan Maria.
Segera mempersiapkan perjalanannya ke Mesir. Disini luar biasa, persembahan dari Majus telah Allah rencanakan untuk membiayai perjalanan mereka ke Mesir. Dan sekaligus menggenapi nubuatan di kitab Hosea 11:1.
Aplikasi:
1. Tidak mau jatuh dalam lubang yang sama.
2. Dia sudah melihat beberapa hal dengan Allah yang dipercayainya adalah Allah yang Luar biasa, oleh sebab itu, walau kondisi yang tidak mendukung untuk beriman dan taat, namun dia tetap menjalani semua itu dengan DIAM, tidak berkeluh kesah, tidak bersunguht-sungut, tidak bertanya-tanya:’kenapa malah melahirkan Mesias, seharusnya diberkati dan luar biasa namun kok malah alami banyak kesulitan!”.
2. TAAT walau TIDAK MEMBABI BUTA. Tidak sedikit orang berpikir bahwa 'berjalan dalam ketaatan' bersama Allah berarti kehidupan yang berserah total. Dan ini dimaknai seperti robot, dan membiarkan pikiran atau ratio kita dalam posisi netral. Pdhal tidak sepenuhnya benar, dalam kasus sebelumnya terlihat dari kasus sebelumnya dia tidak mau jadi ROBOT, tetapi ditegur oleh Tuhan. Lalu dalam kasus kedua dia malah seolah-olah seperti ROBOT. Dan kali ketiga ini, dia bertindak dalam perpaduan robot dan akal manusia atau hikmat Allah.
Pdhal Tuhan ingin kita menaati (red: mengasihi) dengan segenap hati dan pikiran (Mat 22:37), itu berarti mengiringi Tuhan itu bukan memBABI-buta atau juga setengah2 aja. Tuhan memakai dan memanggil kita atau memimpin kita dengan hati dan OTAK…. Karena semua itu diciptakan oleh Allah untuk tinggal dalam tubuh kita dan dimanfaatkan secara benar dan tepat adanya.
Ketaatan Yusuf dalam peristiwa NATAL membersitkan hal itu! Yusuf peka akan situasi politik, plus mimpi dari Allah sehingga dengan hikmat dari Tuhan ia 'menyingkir' maka tergenapi-lah nubuatan nabi. Ini ketaatan yang sangat luar biasa.

Sunday, December 04, 2011

HATI YANG PENUH HARAP

Matius 1:18-25
PENDAHULUAN
Mengapa ada sebagian besar orang MASIH bisa bertahan hidup dalam kesulitan, hidup yang tidak selalu menyenangkan, mendapatkan berita yang tidak ingin didengar?
ilUStrasi: Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.
Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN, anak ke 2 pada musim SEMI,
anak ke 3 pada musim PANAS, dan yang ke 4 pada musim GUGUR.
Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.
Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.
Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yg menebarkan bau yang harum.
Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.
Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda. Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.
Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial.
Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya.
Pada saat kita MEMPERSIAPKAN dekorasi ruangan, pohon natal, dan sibuk menyanyikan/ mendengarkan lagu-lagu natal, yang menjadi pertanyaan adalah: setelah itu apa? Setelah kita memberikan waktu kita untuk berbagai aktivitas Natal, lalu apa yang akan kita lakukan? Lebih Lanjut, apakah makna setelah Natal berlalu juga?
Life after Christmas? Mengapa bisa bertahan? Padahal Natal itu begitu berat.
1. Hadapi masa KEGELAPAN… karena apa yang sudah direncanakan ‘buyar semua’.
2. Hidup ini makin sulit.
Dalam perjalanan menuju Museum Seni Metropolitan di New York pada bulan Desember, saya berhenti sejenak untuk mengagumi pohon Natal yang menakjubkan. Pohon itu dihiasi boneka malaikat dan dasarnya dikelilingi oleh patung-patung dari abad ke-18 yang menggambarkan kelahiran Kristus. Jumlahnya hampir 200 patung. Di antaranya terdapat para gembala, orang majus, dan penduduk kota. Mereka memandangi palungan dengan penuh harap atau menatap para malaikat dengan takjub. Namun, ada satu patung yang tampak berbeda dari yang lainnya, yaitu patung pria tanpa alas kaki, yang membawa beban berat di punggungnya dan menundukkan kepala. Hati saya tersentak. Pria ini seperti kebanyakan orang saat ini, yang sangat berbeban berat sehingga dapat melihat Sang Mesias.
Natal adalah saat-saat yan tidak mengenakkan bagi Yusuf terlebih bagi Maria. Ketegangan dengan Yusuf, dengan orangtuanya. Tatapan mata dari para tetangga, kesan pemimpin agama… Namun dia harus menjalani semua ini agar dia mengalami level yang lebih Tinggi yaitu jadi berkat bagi masyarakat.
Aplikasi: kadangkala (terbukti) kita harus alami banyak hal yang sulit dan tetap bertahan mengapa? Karena ada satu harapan, yaitu menikmati level yang lebih tinggi lagi.
Mengapa Maria dan Yusuf bertahan menerima TUGAS BERAT ini?.
Dengan penuh HARAP mereka juga ingin ‘anak’ istimewa ini benar-benar TERBUKTI menjadi:
1. Menerima dengan kerelaan dan kesadaran diri.
Yusuf menerima kenyataan itu dengan usaha pertama: menceraikan dengan tulus atau tidak mempermalukan Maria (ayat 19). Tetapi ketika dia tahu bahwa itu tindakan yang salah (walau pun TULUS), maka ia segera melaksanakan perintah Tuhan (ayat 24). Di bagian lain Maria mengatakan: aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu… (Lukas 1:37).
Ketaatan mereka menyebabkan penderitaan tetapi dari situ timbul kemuliaan / kebahagiaan (bdk. Luk 1:46-49). Kehidupan Kristus sendiri juga demikian. Ia harus melalui penderi­taan dan salib, dan setelah itu baru timbul kebangkitan dan kemuliaan. Itu juga jalan yang harus kita tempuh. Ketaatan dan pelayanan yang harus kita lakukan demi Tuhan pasti membawa penderitaan, tapi akhirnya membawa kemuliaan bagi kita. Bandingkan dengan 2 ayat di bawah ini:
Ro 8:18 - Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.
2Kor 4:17 - Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami”.
Jadi tidak berarti penderitaan yang dihadapi mereka memang RINGAN, tetapi jika dibandingkan dengan cicipan di kemudian hari. Maka itu semua menjadi lebih ringan.
Nah sikap seperti inilah yang harus kita ikuti dan selalu menjadi langkah kita.
Jadi ia menyimpan dalam hati, semua ketidak mengertiannya. Itu cirri IMAN.
2. Penyelamat umat-Nya dari Dosa. Apakah pikiran Yusuf dan Maria sama dengan para murid Yesus? Seharusnya TIDAK karena malaikat Tuhan jelas memberitahukan dia menjadi savior of SIN.
·         Oleh sebab itu, ketika beberapa Yesus ‘menegur’, mereka (khususnya Maria) hanya menyimpan dalam hati.
·         Meminta kepada Yesus agar saudara2 mereka mendapat kedudukan di surge bukan di Pemerintahan Yahudi/Israel.
·         Itu berarti jika Yesus tidak hadir, maka manusia tidak terselamatkan dari murka Allah. Namun jika Maria dan Yusuf tidak mau menerima tugas ini, tidak berarti Yesus tidak bisa datang melalui pasangan lain!
·         Itu berarti kita yang dahulu terkukung atau dikuasai dosa SEKARANG dimampukan untuk berbuat baik.
·         IA DATANG UNTUK mati AGAR KITA mati DAPAT HIDUP.
3. Imanuel.
Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb. Wanita muda itu berharap orangtuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.
Di gelas pertama ia masukkan TELUR. Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL. Dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:
WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK, TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS, dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM. Lalu sang ibu menjelaskan: “Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi: Lembek seperti wortel. Mengeras seperti telur. Atau harum seperti kopi. Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air … mereka malah berubah oleh air, sementara kopi malah mengubah air, membuatnya menjadi harum.”

PENUtup
Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang? Ada kalanya Tuhan sengaja menunda pertolonganNYA. Apa tujuannya??? Agar kita belajar percaya, TERUS dipenuhi HATI yang bERHARAP dan setia dalam jalan hidup-Nya bagi kita! Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Tuhan selesaikan.

Sunday, November 27, 2011

Datangnya Seorang Raja

Zakharia 9:1-10 (9) Matius 21:1-11

Pendahuluan

Pasal 1 (Za 1:1-6 (TB)). Panggilan Allah kepada bangsa Israel untuk bertobat

Pasal 1-6 (Za 1:7-6:15 (TB)). Nabi Zakharia memperoleh penglihatan-penglihatan

Pendalaman Kitab Zakharia

· Pasal 1:7-17 - Penglihatan 1: nabi Zakharia sebagai penunggang kuda memberitakan tentang keamanan di bumi.

· Pasal 1:18-21 - Penglihatan 2: 4 tanduk dan 4 tukang besi, yang mempunyai arti bahwa kerajaan yang menindas bangsa Israel mengalami kehancuran.

· Pasal 2:1-13 - Penglihatan ke3: orang yang memegang tali ukuran dan mengukur kota Yerusalem, yang mengartikan bahwa Allah akan memanggil pulang umat-Nya.

· Pasal 3:1-10 - Penglihatan ke 4: penglihatan tentang Yosua yang menjadi imam besar sebagai gambaran Yesus Kristus sebagai Imam penghapus dosa manusia.

· Pasal 4:1-14 - Penglihatan ke 5: mengenai kandil emas yang menggambarkan Roh dan Firman Tuhan yang memberikan keberhasilan kepada Zerubabel.

· Pasal 5:1-4 - Penglihatan yang ke 6: mengenai gulungan kitab yang terbang yang mengartikan hukuman bagi semua orang yang menolak hukum Allah.

· Pasal 5:5-11 - Penglihatan ke 7: Mengenai perempuan dalam gantang yang menggambarkan bahwa tanah Yehuda akan dibersihkan dari segala kejahatan.

· Pasal 6:1-8:23). Allah mengajarkan tentang ibadah puasa yang benar kepada bangsa Israel, dan janji keselamatan bagi bangsa-bangsa.

· Pasal 9:1-8 -Nubuatan tentang hukuman yang dijatuhkan kepada bangsa-bangsa.

· Pasal 9:9-10 - Nubuatan tentang kedatangan Raja yang kekal (Yesus Kristus).

· Pasal 9:11-11:3 - Nubuatan tentang pembebasan dan pemulihan kembali bangsa Israel.

· Pasal 11:4-17 - Nubuatan tentang penolakan bangsa Israel terhadap Gembala yang baik.

· Pasal 12:1-14 - Nubuatan tentang pembebasan dan pembaharuan Yerusalem.

· Pasal 13:1-9 - Nubuatan tentang pembersihan yang dilakukan Allah terhadap kota Yerusalem.

· Pasal 14:1-21 - Nubuatan tentang kedatangan Tuhan sebagai Raja di Yerusalem.

Kesimpulan/penerapan

Kitab Zakharia mengajarkan bahwa segala sejarah dunia sudah berada dalam pengetahuan Allah dan kuasa-Nya. Nubuatan akan kedatangan Yesus yang pertama telah terjadi, mengajarkan bahwa nubuatan yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali pasti akan digenapi. Nubuatan-nubuatan yang sudah digenapi membuktikan bahwa Allah tidak pernah berdusta/berbohong dalam perkataan-Nya.

Gambaran ini kemudian terjadi dalam Matius 21 ditandai dengan masuknya Sang Raja ke Yerusalem, untuk menjalankan misi utama-Nya yaitu menegakkan kembali Kerajaan Surga di tengah dunia ini, mengalahkan kuasa kematian, memberikan kuasa kebangkitan, dan memenangkan jiwa. Jadi bahasan dalam Matius 21-28 ini sangatlah penting dari seluruh Injil Matius yang bertemakan Kerajaan Surga. Dia saat ini berada di pinggir kota Yerusalem yaitu di Betfage. Tidak ada yang tahu dengan pasti letak Betfage karena terlalu kecil ukurannya, Alkitab mencatat bahwa Betfage terletak di dalam Bukit Zaitun yang terletak di sebelah Timur Yerusalem, tepat di tepi Yerusalem. Tuhan Yesus berhenti di Betfage, lalu menyuruh muridNya pergi ke Yerusalem untuk “meminjam” keledai betina yang tertambat dan anaknya di dekatnya. Ini menunjukkan kedaulatan Allah yang berjalan dengan perkembangan yang Dia tetapkan. Allah adalah Allah yang mempunyai rancangan jalan. Banyak orang yang tidak bisa mengerti bagian ini.

Ketika kita melihat bagaimana Tuhan Yesus melangkah, di dalam Dia mempersiapkan para murid-Nya, perjalanan yang dilakukanNya, banyak orang tidak bisa menangkap apa yang dikerjakan-Nya (apa yang akan dilakukan-Nya), bahkan para murid-Nya pun tidak mengerti meskipun sudah Kristus jelaskan tentang misi-Nya. Allah tidak pernah menunggu sampai mereka mengerti. Disini butuh keterdekatan dan kepekaan agar bisa berjalan beriringan dengan-Nya, inilah yang disebut dengan iman. Iman sejati bukanlah mengajarkan supaya Tuhan ikut dengan manusia, tetapi justru manusia yang harus ikut Tuhan.

Di dalam Alkitab tidak pernah dikatakan bahwa Tuhan ikut manusia, justru Tuhan memerintahkan para murid untuk menjadi penjala manusia dan mengikuti Tuhan, sangkal diri, pikul salib dan mengikut Tuhan. Hidup kekristenan menuntut kita taat dan setia kepada Tuhan, hidup di dalam Tuhan, berjalan bersama Tuhan. Iman Kristen yang tidak mengerti hal ini akan membuat manusia berjalan terseok-seok dalam kehidupan ini, makin menuntut akan makin menjauh dan terhilang dari Tuhan, dan akhirnya seluruh hidup kita menjadi rusak. Bagaimana seluruh hidup dipusatkan kepada Tuhan, itulah bagaimana kita mengejar, berjalan di tengah-tengah dunia ini.

Setiap kehidupan iman yang berjalan dengan baik, kita akan dapat melihat tatanan kerja Tuhan. Seluruh sejarah dapat berjalan karena Allah yang menopang sejarah. Namun manusia sering mempermainkan sejarah. Tuhan adalah Raja, juga Raja atas sejarah, inilah kunci penting dalam Injil Matius. Alkitab memang mencatat Yesus datang untuk manusia, tetapi Alkitab tidak menegaskan bahwa selalu mengerti manusia (seharusnya sebaliknya) Tuhan mengikuti keinginan manusia, bahkan kalau manusia yakin maka Tuhan akan menuruti kemauan manusia. Alkitab mengatakan TIDAK! Manusia yang harus ikut Tuhan, belajar ikut dalam derap Allah. Beriman bukan berarti pikir diri, melainkan pikir Tuhan. Beriman bukan berarti memusatkan kepada diri, melainkan memusatkan hidup kepada Kristus. Beriman bukan berarti kita menikmati segala sesuatu, melainkan kita menikmati hidup di dalam Tuhan. Tanpa iman yang berpaut kepada Tuhan atau Firman, tidak ada iman yang Alkitabiah, karena Firmanlah yang begitu kuat mengunci bagaimana manusia harus balik kepada Tuhan.

Pada bagian terakhir ini, secara manusia, para murid belum mempunyai kesiapan. Dalam Matius 21 pun kita masih melihat berbagai konflik, tetapi Tuhan tidak menunggu, Dia tetap jalan terus, karena waktu adalah waktu Tuhan, dan waktu Tuhan sudah tiba, berarti tidak bisa ditunda lagi dan harus dijalankan. Problema ini tidak selesai bahkan sampai abad 21 ini, manusia selalu mau jalan menurut kemauan dan pikirannya yang berdosa. Jadi saudara melayani atau tidak mau melayani, Tuhan sudah tidak menunggu lagi. Oleh sebab itu, SEHARUSNYA kita bertindak, bekerja melawan WAKTU. Jadi kalau kita sibuk hanya untuk EGO, Tuhan biarkan saja.

Mungkin juga banyak masalah di Indonesia karena kita tidak BERFUNGSI sama sekali.

Dalam Matius 21, Tuhan Yesus memasuki Yerusalem, pada saat itu para murid suka atau tidak suka, siap atau tidak siap harus ikut masuk untuk menjalankan misi utama Kristus. Pertama-tama Kristus mengajar para murid untuk melihat kedaulatan Kristus, ke-raja-an Kristus (The Kingship of Christ). Kristus adalah Tuhan dan raja yang menegakkan ke-raja-anNya di tengah alam semesta. Posisi Yesus sebagai raja adalah posisi yang unik, Dia mempunyai kedaulatan yang luar biasa. Ketika Kristus menyatakan ke-raja-anNya, maka kita harus:

· BERUBAH SESEGERA MUNGKIN

Cerita ini sangat unik, dalam Injil Yohanes cerita ini ditaruh di bagian depan untuk menggambarkan Kristus sebagai Tuhan langsung datang ke Bait Allah, membersihkan Bait Allah, mengembalikan fungsi Bait Allah ke fungsi yang seharusnya yaitu sebagai tempat untuk bertemu dengan Tuhan, tempat yang harus benar, suci dan tidak dicemarkan oleh hal yang lain; Injil Matius justru meletakkan cerita ini di bagian belakang. Ketika Tuhan Yesus mengusir orang yang berjualan di Bait Allah, orang-orang tersebut tahu bahwa hal tersebut adalah salah tetapi mereka juga tidak suka diperlakukan seperti itu oleh Tuhan Yesus. Inilah konflik. Tetapi, di situlah Yesus hendak menunjukkan bahwa Dialah pemilik Bait Allah, BapaKu yang punya tempat dan AnakNya datang untuk merapikan.

Kemudian Dia mengutuk pohon ara yang tidak berbuah tetapi berdaun lebat. Kalau cerita ini dicopot dari konteksnya maka Tuhan Yesus menjadi Tuhan yang iseng. Ketika Kristus mengerjakan sesuatu, Dia bukan sekedar iseng, dan juga tidak berhubungan dengan kepentingan si pohon ara atau kepentingan orang. Orang Kristen yang sesat atau yang bukan Kristen akan memikirkan mujizat adalah untuk kepentingan obyek. Alkitab atau iman Kristen yang beres selalu mengatakan bahwa mujizat adalah untuk kepentingan subyek. Kristus mengadakan mujizat untuk kepentingan Sang Kristus, menyatakan siapa Dia sesungguhnya.

Maka kalau kita melihat semua yang terjadi dari sudut pandang yang tepat, kita akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi, kita bisa menangkap cara pikir Tuhan, kita bisa mengerti apa yang sedang dijalankan, dan penafsiran kita bisa akurat, karena sudut pandangnya sudah selaras dan sudah masuk ke dalam prinsip yang Tuhan inginkan. Ketika Tuhan mengutuk pohon ara, Dia ingin menunjukkan bahwa Dialah yang berkuasa atas seluruh alam semesta, Dialah penciptanya, maka kalau tidak berjalan semestinya Dia berhak untuk bertindak. Tuhan sedang menunjukkan bahwa Dia adalah raja. Ini adalah demonstrasi kuasa yang sangat dasyat yang menuntut para murid untuk merombak cara pikir mereka.

Kemudian 2 cerita berikutnya, Tuhan hendak menunjukkan bahwa orang rohaniawan yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Cerita ini hendak menyindir dan menyatakan nasib dari para ahli Taurat, orang Farisi, pimpinan agama. Orang-orang sekelilingNya sangat mengerti siapa yang dimaksud oleh Tuhan, mereka marah sekali, tetapi mereka tidak berani berbuat apa-apa karena Dia dilihat sebagai nabi dan mempunyai massa besar. Di tengah-tengah cerita ini muncul pertanyaan besar yaitu dengan kuasa siapakah Dia bertindak, siapakah Dia.

Kalau kita beres dalam hal sudut pandang, maka kita akan dapat melihat siapakah Kristus. Kalau kita gagal mengenal Kristus, gagal mengenal Tuhan kita, maka yang dikatakan Francis Schaeffer akan terjadi yaitu saya melakukan apa yang saya pikirkan dan saya pikirkan apa yang saya percayai. Kepercayaan/ iman yang beres belum tentu menghasilkan pikiran yang beres tapi kemungkinan untuk itu ada tapi perlu perjuangan; tetapi iman yang tidak beres pasti akan menghasilkan pikiran yang tidak beres. Iman yang menjadi dasar pertama haruslah beres terlebih dahulu. Siapa diri kita tergantung seberapa jauh dan seberapa akurat kita mengenal Allah yaitu Yesus Kristus sebagaimana yang disaksikan oleh Firman.

2. Taat kepada Kristus

Dia memerintah muridNya untuk meminjam keledai. Beberapa orang mengatakan bahwa “password” untuk meminjam keledai tersebut adalah : Tuhan memerlukannya. Ada 2 point besar dari kalimat tersebut yaitu:

a. yang memiliki sedang menggunakan hak pakainya atas miliknya.

b. Tuhan adalah otoritas tertinggi, benda tersebut adalah kepunyaan manusia, tetapi tetap berada dibawah otoritas Allah sebagai pemilik alam semesta.

Ke-raja-an Kristus menuntut kita kalau mau dipakai oleh Tuhan, kita tidak ada hak untuk menolak. Tidak ada hak pribadi, hak manusia, yang ada hanyalah tanggung jawab. Tuhan mau pakai milikNya, Tuhan mau menyatakan otoritas totalNya, berani berontak berarti bunuh diri. Berontak kepada Allah adalah esensi dosa. Berani berbalik dari kehendak Allah adalah dosa, bahkan ketika masih di pikiran dan belum dilakukan itu sudah salah. Tidak ada orang yang bertanya lebih lanjut mengenai siapa tuan yang hendak meminjam keledai tersebut, inilah yang menunjukkan bahwa Kristuslah raja.

Seberapa jauh hidup kita mengerti akan ke-raja-an Kristus dan mengaplikasikannya dalam ketaatan? Kita seharusnya sadar bahwa kita berada di dalam Kristus dan kalaupun kita berontak, kita tetap milik Kristus. Ketika seluruh dunia berontak ataupun rusak, tetaplah milik Kristus, hak penuh untuk melakukan tindakan selanjutnya adalah di tangan Kristus.

Ketika kita balik kepada Kristus kita akan merasa nyaman dan tenteram dalam hidup ini karena kita tidak lagi menjadi seteru Allah. Di dalam situasi krisis bukanlah waktunya kita menjadi seteru Tuhan, melainkan merupakan waktu kita masuk ke dalam pelukan Tuhan sehingga semua menjadi indah dan nyaman. Betapa konyolnya kita kalau kita justru melawan Tuhan dan raja atas hidup kita.

3. Berpikir dalam kebenaran

Tuhan Yesus meminta memakai keledai adalah untuk menggenapkan nubuat dari Zakharia yaitu: Hai puteri Sion, dengarkanlah dan lihatlah, Raja itu akan masuk ke Sion, Rajamu datang, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai beban betina yang muda.

Waktu Kristus memasuki Yerusalem dengan menaiki keledai, orang Israel langsung tahu bahwa inilah sang raja itu, maka respon mereka juga tepat yaitu mengutip Mazmur 118, yaitu berteriak: Hosana bagi Dia Anak Daud, yang datang dalam nama Tuhan, Dia yang maha tinggi! Orang-orang itu menghamparkan jubah mereka yang mahal di jalan, merupakan wujud penghormatan. Orang yang melihat pemandangan itu langsung akan tahu bahwa Sang Raja sedang datang. Tetapi ada beberapa hal yang masih merupakan kesulitan.

Ketika orang banyak itu ditanya tentang siapakah Kristus? Mereka menjawab bahwa Dia adalah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea. Ini adalah jawaban yang membingungkan dan aneh karena ada kesulitan besar dalam pikiran mereka. Dalam pikiran mereka, Kristus akan datang sebagai raja dan mereka tahu sekali bahwa pemandangan yang mereka lihat menunjukkan bahwa Kristus adalah raja; tetapi sambil mereka berteriak Hosana bagi Sang Raja, otak mereka tidak bisa mengerti mengapa raja ini tidak mengalahkan Herodes maupun Tiberius, mengapa raja ini tidak mempunyai kuasa besar dan luas, tidak berbadan kuat, tidak naik kuda Persia, sebagaimana mestinya seorang raja menurut pikiran mereka. Karena kebingungan inilah mereka menjawab sekenanya yaitu Yesus adalah nabi dari Nazaret. Padahal di dalam Alkitab tidak pernah disebutkan ada nabi yang dari Nazaret. Konflik semacam ini masih terjadi sampai abad 21 ini.

Ketika kita tahu akan Firman Tuhan, kita akan mengaplikasikannya, kita mengalami konflik, terlalu banyak yang tidak cocok dengan pikiran kita, dan kalau kita omongkan, orang lainpun juga tidak mengerti. Maka kita akan menjawab secara pragmatis sekali. Kita bukannya berperang untuk kebenaran tetapi kita hanya mencari aman sendiri, yang cocok dengan diri. Adalah panggilan kita untuk menyatakan kebenaran Kristen walaupun kita adalah minoritas atau bahkan sendirian sekalipun, kita dipanggil untuk memberikan jawaban yang jujur. Jawaban yang pragmatis justru akan menyesatkan dan membuat orang lain tidak bisa mengerti siapakah Kristus yang sebenarnya. Ketika kita takut untuk menyatakan kebenaran, apakah akan menyelamatkan kita? Di saat kita pro dengan dunia dan berontak kepada Kristus, apakah akan menyelamatkan kita? Tugas kita di tengah dunia ini adalah berpikir dalam kebenaran, jangan ber-pragmatis ria di tengah dunia ini, jangan bermain dalam tipuan yang rusak.

Apakah makna Yesus Kristus dating sebagai raja?

1. Sukacitalah

2. Tetap dalam visi kedatangan-Nya, yaitu agar orang lain dapat diselamatkan.

Monday, April 25, 2011

Kebangkitan Yang BERBICARA

Yohanes 20:1-18

Pendahuluan

Ketika Maria dan perempuan lainya hendak mengunjungi kubur Yesus, mereka hanya menemui sebuah fakta bahwa kubur Yesus kosong. Selain itu di area kubur kosong itu terdapat 3 orang yang melihat kubur Yesus kosong dengan 3 reaksi yang berbeda juga. Walau pun kubur telah kosong, namun Maria masih bersedih (ayat 11-13); sedangkan Simon Petrustidak mengatakan apa-apa (ayat 6-7). Dan murid yang lain, ketika melihat kubur kosonglangsung percaya kepada apa yang dikatakan Maria (ayat 8). Walau mereka memiliki reaksi yang berbeda tetapi memliki 1 persamaan yaitu bahwa mereka masih belum mengingat dan memahami bahwa Yesus bangkit pada hari yang ke 3. Jadi walau mereka sering mendengar firman, namun perkataan atau pengajaran Yesus tidak masuk sampai ke dalam sekali atau tidak meresap dalam hati mereka (Apakah mereka hanya kagum dengan mujizat-mijizat Yesus, sehingga tidak memperhatikan firman dari Yesusnya?) Bukan tidak sedikit orang yang merasa puas kalau melihat sosok tokoh idola, lepas bagaimana hidupnya, perkataannya, dsb. Ketidaksadaran inilah yang membuat para murid-murid pada saat itu tetap saja masih bersedih (ayat 9).

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kehadiran demi kehadiran Yesus setelah kebangkitan-Nya itu kepada pada murid-murid. Yesus memiliki banyak cara untuk mengisi kekosongan hati atau kekuatiran atau trauma dalam hidup mereka, yaitu:

1. Bagi Maria, Kematian Bukan akhir segalanya tetapi awal dari kehidupan Yang Lebih INDAH.

Kedatangan Maria ke kubur pagi-pagi benar adalah untuk melakukan pembalseman pada mayat Yesus. Namun semua menjadi BATAL karena mayat Yesus tidak ada, malah berjumpa dengan Yesus yang sudah bangkit dari kematian. Kematian tidak bisa menguasai tubuh yang tersalibkan dari Tuhan Yesus.

2. Mereka, termasuk Maria memahami kematian sebagai kebinasaan, keterpisahan, kerugian, malapetaka; bahkan tidak sedikit yang berpendapat kematian adalah pemisahan secara paksa dari kehidupan bersama Tuhan. Ini dikarenakan bahwa kematian adalah BATAS akhir dari kehidupan manusia, tidak ada lagi yang bisa dilakukan lagi atau dilanjutkan.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya”(Yoh. 11:25).

1. Bagi Maria

Dalam Yoh 11:1-45, Maria dan Marta penah mengalami kesedihan yang ditinggal saudara laki-laki mereka yang bernama Lazarus. Sulit bagi Maria dan Marta untuk menerima kenyataan bahwa Lazarus telah mati. Mereka terpuruk, seakan-akan tak ada harapan lagi bagi mereka. Tuhan Yesus yang mereka harapkan datang lebih awal, ternyata datang setelah Lazarus dikubur. Mereka menganggap kehadiran Tuhan Yesus tak mampu mengubah keadaan. Bagi mereka, dibalik batu kuburan Lazarus, yang ada hanyalah kematian. Tidak ada harapan! Namun bagi Allah, selalu ada kemungkinan baru, harapan baru dan kehidupan baru. Pengalaman Lazarus yang dibangkitkan dari kematian, menunjukkan kekuatan Roh Allah yang sungguh memberi kehidupan.

Lalu SEKALI lagi, Yesus meninggalkan mereka. Sekarang bukan lagi Lazarus yang mati tetapi Yesus yang pernah membangkitkan saudara mereka yang malah MATI. HABIS sudah pikirnya! Yesus yang membangkitkan malah mati, kalau demikian BERHARAP kehidupan pada siapa lagi?

Maria dan murid-murid Tuhan Yesus, pada malam sebelumnya jelas bukan berada dalam keadaan damai sejahtera. Lebih tepatnya, malam itu mereka bersedih karena Guru mereka meninggal. Mereka juga ketakutan, karena mereka (1) sudah tidak memiliki pemimpin, bahkan mereka (2) berada di bawah bayang-bayang pengejaran oleh orang-orang Farisi dan penguasa saat itu, yang menganggap mereka dapat menjadi bibit teroris baru, yang menggantikan Yesus, setelah pemimpin mereka mati. Kita dapat merasakan bahwa pada saat itu, para murid-murid juga sedang bergumul.

Sangat mungkin ayat 25 itu hanya diingat Maria tetapi tetap tidak melawat hidupnya, oleh sebab itu, kebangkitan ini kembali mengingatkan Maria.

Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Tuhan tahu apa yang menjadi masalah dari Maria, yaitu ketakutan pada kematian. Oleh sebab itu, Yesus sekali mengajarkan bahwa Kematian bukan akhirnya segalanya tetapi menjadi awal kemenangan orang percaya. Maria gagal memahami hal ini, tetapi Tuhan membangkitkan dia kembali untuk sadar akan arti kehidupan yang kekal.

2. Bagi PETRUS:

Kebangkitan Kristus memberi pengharapan akan perubahan arah hidup dari Petrus. Kematian Yesus sangat menenggelamkan seluruh CITA-CITAnya, masa depannya, rencananya sejak awal. SIAPA yang TIDAK BANGGA dari Nelayan lalu sekarang menjadi murid seorang Guru BESAR. Tetapi kalau orang yang menjadi sandarannya ternyata MATI, apa dia tidak kecewa berat?

Belum lagi masalah lainnya, yaitu sejak penyangkalannya kepada gurunya, Petrus hidup dalam perasaan BERSALAH yang AMAT dalam.

Petrus, yang telah kembali menjadi nelayan, sedang berharap cemas atau sedang menantikan dengan cemas: yaitu apa Yesus datang kepadanya? (Luk 24:12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.). Jadi ketika teman-temannya berkata Yesus ada di pantai, Petrus begitu senang luar biasa dan segera menghampirinya (Yohanes 21:7 “Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau].


Setelah Yesus mati di atas kayu salib, maka mereka semua lari ketakutan dan kembali kepada profesi mereka. Namun peristiwa kebangkitan telah merubah kembali arah hidup para murid-murid, khususnya Petrus, yaitu bukan berharap menjadi PEJABAT atau memperoleh kedudukan secara politis. Fokus mereka sekarang adalah untuk BANGKITmenjadi berkat bagi orang lain, Menyelamatkan dunia. Kedatangan Yesus telah mengubah mereka, yaitu MENGUBURKAN KARIR atau CITA-CITA atau agenda pribadi mereka, dan MEMBANGKITKAN atau meneruskan agenda ALLAH bagi dunia ini.

3. Bagi Tomas:

Ada banyak cara untuk Yesus selalu menjawab atau memecahkan dan mengertiakan MASALAH kita. Dan IA selalu mengisi seluruh kekosongan dari ruang hati kita tersebut sampai PENUH.

Ketika Yesus bangkit dan semua murid-murid heboh akan berita tersebut, ternyata Tomas tidak bersama-sama dengan mereka (ayat 1). Tomas yang menyendiri atau jauh dari persekutuan dengan murid-murid lainnya atau sesamanya memberikan efek ketiadaan sukacita, maka ia tidak menerima berkat dan sukacita seperti yang lainnya. Murid-murid lainnya dilawat oleh Allah, tetapi Tomas dilewat oleh berkat-Nya.

Matthew Henry: Ketika seseorang meninggalkan persekutuan kristiani, sesungguhnya mereka tidak mengetahui mereka sedang kehilangan apa? (tepat sekali perkataan Henry. Kita sering merasa dan berpikir bahwa saya tidak rugi apa2 dan tidak kehilangan apa pun).

Adam Clarke: dengan absennya ia dari kumpulan murid-murid, ia kehilangankesempatan yang berharga untuk melihat dan mendengar Kristus; dan untuk menerima (pada saat ini) berkat yang tak ternilai dari Roh Kudus]. Tomas kehilangan banyak hal yang baik, dan mendapatkan banyak hal yang buruk / jahat, tetapi ia tidak sadar akan keadaannya. Lihatlah konsekwensi dari tindakan meninggalkan perkumpulan umat Allah! Yaitu: hatinya menjadi makin keras dan gelap melalui tipu daya dari dosa.

Oleh sebab itu, tidak heran jika Tomas membutuhkan BUKTI yang KurangAjar.Dan hal itu wajar saja nampaknya! Karena orang jauh dari persekutuan biasanya memiliki sikap-sikap seperti orang yang tidak pernah KUMPUL dengan Yesus atau memiliki sikap yang kurang sopan, seperti seorang preman.

Sekali lagi IA butuh anugerah untuk bisa menikmati kembali pengampunan dan kasih dari ALLAH.

Filipi 4:13-19: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus”. Menghadapi kesulitan, pencobaan, dukacita atau apapun juga, percayakan semua kepada Tuhan. Lakukan kebenaran Firman Allah. Jadikan hidupmu berkenan kepadaNya agar Ia percaya kepadamu ketika engkau percaya kepadaNya. Seperti Maria, datanglah dengan kerendahan hati, hingga jatuhlah belas kasihan Yesus. Pada saat itulah datang pertolongan Tuhan. Saat itulah saudara akan melihat Allah mengerjakan perkara-perkara yang tidak pernah saudara pikirkan.

Ternyata Tuhan kita begitu kaya (bukan hanya secara jasmani belaka) tetapi juga kaya untuk memenuhi masalah atau pergumulan atau kekosongan hati dari Tomas. Dan cara Tuhan melawat setiap pribadi lepas pribadi sangat unik dan berbeda. Tuhan kita sungguh luarbiasa! Kiranya Paskah 2011 juga masih memiliki khasiat yang kaya bagi pergumulan atau masalah saudara.

PENUTUP

Apakah arti kebangkitan-Nya bagi saudara pribadi? (1 Kor. 15:25-27), Pilihan kita menentukankepada siapakah kita menaruh iman dan pengharapan kita ! Keputusan kita menentukan arah hidup Kita. Paskah tahun ini juga kiranya memberikan suatu asa baru, seperti Petrus yang menantikan apa yang akan terjadi, kiranya semangat yang sama juga kita miliki!