Sunday, December 04, 2011

HATI YANG PENUH HARAP

Matius 1:18-25

PENDAHULUAN

Mengapa ada sebagian besar orang MASIH bisa bertahan hidup dalam kesulitan, hidup yang tidak selalu menyenangkan, mendapatkan berita yang tidak ingin didengar?

ilUStrasi: Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN, anak ke 2 pada musim SEMI,

anak ke 3 pada musim PANAS, dan yang ke 4 pada musim GUGUR.

Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.

Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.

Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yg menebarkan bau yang harum.

Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bhw pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda. Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.

Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial.

Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya.

Pada saat kita MEMPERSIAPKAN dekorasi ruangan, pohon natal, dan sibuk menyanyikan/ mendengarkan lagu-lagu natal, yang menjadi pertanyaan adalah: setelah itu apa? Setelah kita memberikan waktu kita untuk berbagai aktivitas Natal, lalu apa yang akan kita lakukan? Lebih Lanjut, apakah makna setelah Natal berlalu juga?

Life after Christmas? Mengapa bisa bertahan? Padahal Natal itu begitu berat.

1. Hadapi masa KEGELAPAN… karena apa yang sudah direncanakan ‘buyar semua’.

2. Hidup ini makin sulit.

Dalam perjalanan menuju Museum Seni Metropolitan di New York pada bulan Desember, saya berhenti sejenak untuk mengagumi pohon Natal yang menakjubkan. Pohon itu dihiasi boneka malaikat dan dasarnya dikelilingi oleh patung-patung dari abad ke-18 yang menggambarkan kelahiran Kristus. Jumlahnya hampir 200 patung. Di antaranya terdapat para gembala, orang majus, dan penduduk kota. Mereka memandangi palungan dengan penuh harap atau menatap para malaikat dengan takjub. Namun, ada satu patung yang tampak berbeda dari yang lainnya, yaitu patung pria tanpa alas kaki, yang membawa beban berat di punggungnya dan menundukkan kepala. Hati saya tersentak. Pria ini seperti kebanyakan orang saat ini, yang sangat berbeban berat sehingga dapat melihat Sang Mesias.

Natal adalah saat-saat yan tidak mengenakkan bagi Yusuf terlebih bagi Maria. Ketegangan dengan Yusuf, dengan orangtuanya. Tatapan mata dari para tetangga, kesan pemimpin agama… Namun dia harus menjalani semua ini agar dia mengalami level yang lebih Tinggi yaitu jadi berkat bagi masyarakat.

Aplikasi: kadangkala (terbukti) kita harus alami banyak hal yang sulit dan tetap bertahan mengapa? Karena ada satu harapan, yaitu menikmati level yang lebih tinggi lagi.

Mengapa Maria dan Yusuf bertahan menerima TUGAS BERAT ini?.

Dengan penuh HARAP mereka juga ingin ‘anak’ istimewa ini benar-benar TERBUKTI menjadi:

1. Menerima dengan kerelaan dan kesadaran diri.

Yusuf menerima kenyataan itu dengan usaha pertama: menceraikan dengan tulus atau tidak mempermalukan Maria (ayat 19). Tetapi ketika dia tahu bahwa itu tindakan yang salah (walau pun TULUS), maka ia segera melaksanakan perintah Tuhan (ayat 24). Di bagian lain Maria mengatakan: aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu… (Lukas 1:37).

Ketaatan mereka menyebabkan penderitaan tetapi dari situ timbul kemuliaan / kebahagiaan (bdk. Luk 1:46-49). Kehidupan Kristus sendiri juga demikian. Ia harus melalui penderi­taan dan salib, dan setelah itu baru timbul kebangkitan dan kemuliaan. Itu juga jalan yang harus kita tempuh. Ketaatan dan pelayanan yang harus kita lakukan demi Tuhan pasti membawa penderitaan, tapi akhirnya membawa kemuliaan bagi kita. Bandingkan dengan 2 ayat di bawah ini:

Ro 8:18 - Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

2Kor 4:17 - Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami”.

Jadi tidak berarti penderitaan yang dihadapi mereka memang RINGAN, tetapi jika dibandingkan dengan cicipan di kemudian hari. Maka itu semua menjadi lebih ringan.

Nah sikap seperti inilah yang harus kita ikuti dan selalu menjadi langkah kita.

Jadi ia menyimpan dalam hati, semua ketidak mengertiannya. Itu cirri IMAN.

2. Penyelamat umat-Nya dari Dosa. Apakah pikiran Yusuf dan Maria sama dengan para murid Yesus? Seharusnya TIDAK karena malaikat Tuhan jelas memberitahukan dia menjadi savior of SIN.

· Oleh sebab itu, ketika beberapa Yesus ‘menegur’, mereka (khususnya Maria) hanya menyimpan dalam hati.

· Meminta kepada Yesus agar saudara2 mereka mendapat kedudukan di surge bukan di Pemerintahan Yahudi/Israel.

· Itu berarti jika Yesus tidak hadir, maka manusia tidak terselamatkan dari murka Allah. Namun jika Maria dan Yusuf tidak mau menerima tugas ini, tidak berarti Yesus tidak bisa datang melalui pasangan lain!

· Itu berarti kita yang dahulu terkukung atau dikuasai dosa SEKARANG dimampukan untuk berbuat baik.

· IA DATANG UNTUK mati AGAR KITA mati DAPAT HIDUP.

3. Imanuel.

Seorang wanita yang baru saja menikah, datang pada ibunya dan mengeluh soal tingkah laku suaminya. Setelah pesta pernikahan, baru ia tahu karakter asli sang suami: keras kepala, suka bermalas-malasan, boros, dsb. Wanita muda itu berharap orangtuanya ikut menyalahkan suaminya. Namun betapa kagetnya dia karena ternyata ibunya diam saja. Bahkan sang ibu kemudian malah masuk ke dapur, sementara putrinya terus bercerita dan mengikutinya. Sang ibu lalu memasak air. Setelah sekian lama, air mendidih. Sang ibu menuangkan air panas mendidih itu ke dalam 3 gelas yang telah disiapkan.

Di gelas pertama ia masukkan TELUR. Di gelas kedua, ia masukkan WORTEL. Dan di gelas ketiga, ia masukkan KOPI. Setelah menunggu beberapa saat, ia mengangkat isi ketiga gelas tadi, dan hasilnya:

WORTEL yang KERAS menjadi LUNAK, TELUR yang mudah PECAH menjadi KERAS, dan KOPI menghasilkan aroma yang HARUM.

Lalu sang ibu menjelaskan: “Nak, MASALAH DALAM HIDUP ITU BAGAIKAN AIR MENDIDIH. Namun, bagaimana sikap kitalah yang akan menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi:

Lembek seperti wortel. Mengeras seperti telur. Atau harum seperti kopi.

Jadi, wortel dan telur bukan mempengaruhi air … mereka malah berubah oleh air, sementara kopi malah mengubah air, membuatnya menjadi harum.”

PENUtup

Dalam tiap masalah, selalu tersimpan mutiara iman yang berharga. Sangat mudah untuk bersyukur saat keadaan baik-baik saja. Tapi apakah kita dapat tetap percaya saat pertolongan Tuhan seolah tidak kunjung datang? Ada kalanya Tuhan sengaja menunda pertolonganNYA. Apa tujuannya??? Agar kita belajar percaya, TERUS dipenuhi HATI yang bERHARAP dan setia dalam jalan hidup-Nya bagi kita! Karena tidak pernah ada masalah yang tidak bisa Tuhan selesaikan.

Sunday, November 27, 2011

Datangnya Seorang Raja

Zakharia 9:1-10 (9) Matius 21:1-11

Pendahuluan

Pasal 1 (Za 1:1-6 (TB)). Panggilan Allah kepada bangsa Israel untuk bertobat

Pasal 1-6 (Za 1:7-6:15 (TB)). Nabi Zakharia memperoleh penglihatan-penglihatan

Pendalaman Kitab Zakharia

· Pasal 1:7-17 - Penglihatan 1: nabi Zakharia sebagai penunggang kuda memberitakan tentang keamanan di bumi.

· Pasal 1:18-21 - Penglihatan 2: 4 tanduk dan 4 tukang besi, yang mempunyai arti bahwa kerajaan yang menindas bangsa Israel mengalami kehancuran.

· Pasal 2:1-13 - Penglihatan ke3: orang yang memegang tali ukuran dan mengukur kota Yerusalem, yang mengartikan bahwa Allah akan memanggil pulang umat-Nya.

· Pasal 3:1-10 - Penglihatan ke 4: penglihatan tentang Yosua yang menjadi imam besar sebagai gambaran Yesus Kristus sebagai Imam penghapus dosa manusia.

· Pasal 4:1-14 - Penglihatan ke 5: mengenai kandil emas yang menggambarkan Roh dan Firman Tuhan yang memberikan keberhasilan kepada Zerubabel.

· Pasal 5:1-4 - Penglihatan yang ke 6: mengenai gulungan kitab yang terbang yang mengartikan hukuman bagi semua orang yang menolak hukum Allah.

· Pasal 5:5-11 - Penglihatan ke 7: Mengenai perempuan dalam gantang yang menggambarkan bahwa tanah Yehuda akan dibersihkan dari segala kejahatan.

· Pasal 6:1-8:23). Allah mengajarkan tentang ibadah puasa yang benar kepada bangsa Israel, dan janji keselamatan bagi bangsa-bangsa.

· Pasal 9:1-8 -Nubuatan tentang hukuman yang dijatuhkan kepada bangsa-bangsa.

· Pasal 9:9-10 - Nubuatan tentang kedatangan Raja yang kekal (Yesus Kristus).

· Pasal 9:11-11:3 - Nubuatan tentang pembebasan dan pemulihan kembali bangsa Israel.

· Pasal 11:4-17 - Nubuatan tentang penolakan bangsa Israel terhadap Gembala yang baik.

· Pasal 12:1-14 - Nubuatan tentang pembebasan dan pembaharuan Yerusalem.

· Pasal 13:1-9 - Nubuatan tentang pembersihan yang dilakukan Allah terhadap kota Yerusalem.

· Pasal 14:1-21 - Nubuatan tentang kedatangan Tuhan sebagai Raja di Yerusalem.

Kesimpulan/penerapan

Kitab Zakharia mengajarkan bahwa segala sejarah dunia sudah berada dalam pengetahuan Allah dan kuasa-Nya. Nubuatan akan kedatangan Yesus yang pertama telah terjadi, mengajarkan bahwa nubuatan yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali pasti akan digenapi. Nubuatan-nubuatan yang sudah digenapi membuktikan bahwa Allah tidak pernah berdusta/berbohong dalam perkataan-Nya.

Gambaran ini kemudian terjadi dalam Matius 21 ditandai dengan masuknya Sang Raja ke Yerusalem, untuk menjalankan misi utama-Nya yaitu menegakkan kembali Kerajaan Surga di tengah dunia ini, mengalahkan kuasa kematian, memberikan kuasa kebangkitan, dan memenangkan jiwa. Jadi bahasan dalam Matius 21-28 ini sangatlah penting dari seluruh Injil Matius yang bertemakan Kerajaan Surga. Dia saat ini berada di pinggir kota Yerusalem yaitu di Betfage. Tidak ada yang tahu dengan pasti letak Betfage karena terlalu kecil ukurannya, Alkitab mencatat bahwa Betfage terletak di dalam Bukit Zaitun yang terletak di sebelah Timur Yerusalem, tepat di tepi Yerusalem. Tuhan Yesus berhenti di Betfage, lalu menyuruh muridNya pergi ke Yerusalem untuk “meminjam” keledai betina yang tertambat dan anaknya di dekatnya. Ini menunjukkan kedaulatan Allah yang berjalan dengan perkembangan yang Dia tetapkan. Allah adalah Allah yang mempunyai rancangan jalan. Banyak orang yang tidak bisa mengerti bagian ini.

Ketika kita melihat bagaimana Tuhan Yesus melangkah, di dalam Dia mempersiapkan para murid-Nya, perjalanan yang dilakukanNya, banyak orang tidak bisa menangkap apa yang dikerjakan-Nya (apa yang akan dilakukan-Nya), bahkan para murid-Nya pun tidak mengerti meskipun sudah Kristus jelaskan tentang misi-Nya. Allah tidak pernah menunggu sampai mereka mengerti. Disini butuh keterdekatan dan kepekaan agar bisa berjalan beriringan dengan-Nya, inilah yang disebut dengan iman. Iman sejati bukanlah mengajarkan supaya Tuhan ikut dengan manusia, tetapi justru manusia yang harus ikut Tuhan.

Di dalam Alkitab tidak pernah dikatakan bahwa Tuhan ikut manusia, justru Tuhan memerintahkan para murid untuk menjadi penjala manusia dan mengikuti Tuhan, sangkal diri, pikul salib dan mengikut Tuhan. Hidup kekristenan menuntut kita taat dan setia kepada Tuhan, hidup di dalam Tuhan, berjalan bersama Tuhan. Iman Kristen yang tidak mengerti hal ini akan membuat manusia berjalan terseok-seok dalam kehidupan ini, makin menuntut akan makin menjauh dan terhilang dari Tuhan, dan akhirnya seluruh hidup kita menjadi rusak. Bagaimana seluruh hidup dipusatkan kepada Tuhan, itulah bagaimana kita mengejar, berjalan di tengah-tengah dunia ini.

Setiap kehidupan iman yang berjalan dengan baik, kita akan dapat melihat tatanan kerja Tuhan. Seluruh sejarah dapat berjalan karena Allah yang menopang sejarah. Namun manusia sering mempermainkan sejarah. Tuhan adalah Raja, juga Raja atas sejarah, inilah kunci penting dalam Injil Matius. Alkitab memang mencatat Yesus datang untuk manusia, tetapi Alkitab tidak menegaskan bahwa selalu mengerti manusia (seharusnya sebaliknya) Tuhan mengikuti keinginan manusia, bahkan kalau manusia yakin maka Tuhan akan menuruti kemauan manusia. Alkitab mengatakan TIDAK! Manusia yang harus ikut Tuhan, belajar ikut dalam derap Allah. Beriman bukan berarti pikir diri, melainkan pikir Tuhan. Beriman bukan berarti memusatkan kepada diri, melainkan memusatkan hidup kepada Kristus. Beriman bukan berarti kita menikmati segala sesuatu, melainkan kita menikmati hidup di dalam Tuhan. Tanpa iman yang berpaut kepada Tuhan atau Firman, tidak ada iman yang Alkitabiah, karena Firmanlah yang begitu kuat mengunci bagaimana manusia harus balik kepada Tuhan.

Pada bagian terakhir ini, secara manusia, para murid belum mempunyai kesiapan. Dalam Matius 21 pun kita masih melihat berbagai konflik, tetapi Tuhan tidak menunggu, Dia tetap jalan terus, karena waktu adalah waktu Tuhan, dan waktu Tuhan sudah tiba, berarti tidak bisa ditunda lagi dan harus dijalankan. Problema ini tidak selesai bahkan sampai abad 21 ini, manusia selalu mau jalan menurut kemauan dan pikirannya yang berdosa. Jadi saudara melayani atau tidak mau melayani, Tuhan sudah tidak menunggu lagi. Oleh sebab itu, SEHARUSNYA kita bertindak, bekerja melawan WAKTU. Jadi kalau kita sibuk hanya untuk EGO, Tuhan biarkan saja.

Mungkin juga banyak masalah di Indonesia karena kita tidak BERFUNGSI sama sekali.

Dalam Matius 21, Tuhan Yesus memasuki Yerusalem, pada saat itu para murid suka atau tidak suka, siap atau tidak siap harus ikut masuk untuk menjalankan misi utama Kristus. Pertama-tama Kristus mengajar para murid untuk melihat kedaulatan Kristus, ke-raja-an Kristus (The Kingship of Christ). Kristus adalah Tuhan dan raja yang menegakkan ke-raja-anNya di tengah alam semesta. Posisi Yesus sebagai raja adalah posisi yang unik, Dia mempunyai kedaulatan yang luar biasa. Ketika Kristus menyatakan ke-raja-anNya, maka kita harus:

· BERUBAH SESEGERA MUNGKIN

Cerita ini sangat unik, dalam Injil Yohanes cerita ini ditaruh di bagian depan untuk menggambarkan Kristus sebagai Tuhan langsung datang ke Bait Allah, membersihkan Bait Allah, mengembalikan fungsi Bait Allah ke fungsi yang seharusnya yaitu sebagai tempat untuk bertemu dengan Tuhan, tempat yang harus benar, suci dan tidak dicemarkan oleh hal yang lain; Injil Matius justru meletakkan cerita ini di bagian belakang. Ketika Tuhan Yesus mengusir orang yang berjualan di Bait Allah, orang-orang tersebut tahu bahwa hal tersebut adalah salah tetapi mereka juga tidak suka diperlakukan seperti itu oleh Tuhan Yesus. Inilah konflik. Tetapi, di situlah Yesus hendak menunjukkan bahwa Dialah pemilik Bait Allah, BapaKu yang punya tempat dan AnakNya datang untuk merapikan.

Kemudian Dia mengutuk pohon ara yang tidak berbuah tetapi berdaun lebat. Kalau cerita ini dicopot dari konteksnya maka Tuhan Yesus menjadi Tuhan yang iseng. Ketika Kristus mengerjakan sesuatu, Dia bukan sekedar iseng, dan juga tidak berhubungan dengan kepentingan si pohon ara atau kepentingan orang. Orang Kristen yang sesat atau yang bukan Kristen akan memikirkan mujizat adalah untuk kepentingan obyek. Alkitab atau iman Kristen yang beres selalu mengatakan bahwa mujizat adalah untuk kepentingan subyek. Kristus mengadakan mujizat untuk kepentingan Sang Kristus, menyatakan siapa Dia sesungguhnya.

Maka kalau kita melihat semua yang terjadi dari sudut pandang yang tepat, kita akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi, kita bisa menangkap cara pikir Tuhan, kita bisa mengerti apa yang sedang dijalankan, dan penafsiran kita bisa akurat, karena sudut pandangnya sudah selaras dan sudah masuk ke dalam prinsip yang Tuhan inginkan. Ketika Tuhan mengutuk pohon ara, Dia ingin menunjukkan bahwa Dialah yang berkuasa atas seluruh alam semesta, Dialah penciptanya, maka kalau tidak berjalan semestinya Dia berhak untuk bertindak. Tuhan sedang menunjukkan bahwa Dia adalah raja. Ini adalah demonstrasi kuasa yang sangat dasyat yang menuntut para murid untuk merombak cara pikir mereka.

Kemudian 2 cerita berikutnya, Tuhan hendak menunjukkan bahwa orang rohaniawan yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Cerita ini hendak menyindir dan menyatakan nasib dari para ahli Taurat, orang Farisi, pimpinan agama. Orang-orang sekelilingNya sangat mengerti siapa yang dimaksud oleh Tuhan, mereka marah sekali, tetapi mereka tidak berani berbuat apa-apa karena Dia dilihat sebagai nabi dan mempunyai massa besar. Di tengah-tengah cerita ini muncul pertanyaan besar yaitu dengan kuasa siapakah Dia bertindak, siapakah Dia.

Kalau kita beres dalam hal sudut pandang, maka kita akan dapat melihat siapakah Kristus. Kalau kita gagal mengenal Kristus, gagal mengenal Tuhan kita, maka yang dikatakan Francis Schaeffer akan terjadi yaitu saya melakukan apa yang saya pikirkan dan saya pikirkan apa yang saya percayai. Kepercayaan/ iman yang beres belum tentu menghasilkan pikiran yang beres tapi kemungkinan untuk itu ada tapi perlu perjuangan; tetapi iman yang tidak beres pasti akan menghasilkan pikiran yang tidak beres. Iman yang menjadi dasar pertama haruslah beres terlebih dahulu. Siapa diri kita tergantung seberapa jauh dan seberapa akurat kita mengenal Allah yaitu Yesus Kristus sebagaimana yang disaksikan oleh Firman.

2. Taat kepada Kristus

Dia memerintah muridNya untuk meminjam keledai. Beberapa orang mengatakan bahwa “password” untuk meminjam keledai tersebut adalah : Tuhan memerlukannya. Ada 2 point besar dari kalimat tersebut yaitu:

a. yang memiliki sedang menggunakan hak pakainya atas miliknya.

b. Tuhan adalah otoritas tertinggi, benda tersebut adalah kepunyaan manusia, tetapi tetap berada dibawah otoritas Allah sebagai pemilik alam semesta.

Ke-raja-an Kristus menuntut kita kalau mau dipakai oleh Tuhan, kita tidak ada hak untuk menolak. Tidak ada hak pribadi, hak manusia, yang ada hanyalah tanggung jawab. Tuhan mau pakai milikNya, Tuhan mau menyatakan otoritas totalNya, berani berontak berarti bunuh diri. Berontak kepada Allah adalah esensi dosa. Berani berbalik dari kehendak Allah adalah dosa, bahkan ketika masih di pikiran dan belum dilakukan itu sudah salah. Tidak ada orang yang bertanya lebih lanjut mengenai siapa tuan yang hendak meminjam keledai tersebut, inilah yang menunjukkan bahwa Kristuslah raja.

Seberapa jauh hidup kita mengerti akan ke-raja-an Kristus dan mengaplikasikannya dalam ketaatan? Kita seharusnya sadar bahwa kita berada di dalam Kristus dan kalaupun kita berontak, kita tetap milik Kristus. Ketika seluruh dunia berontak ataupun rusak, tetaplah milik Kristus, hak penuh untuk melakukan tindakan selanjutnya adalah di tangan Kristus.

Ketika kita balik kepada Kristus kita akan merasa nyaman dan tenteram dalam hidup ini karena kita tidak lagi menjadi seteru Allah. Di dalam situasi krisis bukanlah waktunya kita menjadi seteru Tuhan, melainkan merupakan waktu kita masuk ke dalam pelukan Tuhan sehingga semua menjadi indah dan nyaman. Betapa konyolnya kita kalau kita justru melawan Tuhan dan raja atas hidup kita.

3. Berpikir dalam kebenaran

Tuhan Yesus meminta memakai keledai adalah untuk menggenapkan nubuat dari Zakharia yaitu: Hai puteri Sion, dengarkanlah dan lihatlah, Raja itu akan masuk ke Sion, Rajamu datang, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai beban betina yang muda.

Waktu Kristus memasuki Yerusalem dengan menaiki keledai, orang Israel langsung tahu bahwa inilah sang raja itu, maka respon mereka juga tepat yaitu mengutip Mazmur 118, yaitu berteriak: Hosana bagi Dia Anak Daud, yang datang dalam nama Tuhan, Dia yang maha tinggi! Orang-orang itu menghamparkan jubah mereka yang mahal di jalan, merupakan wujud penghormatan. Orang yang melihat pemandangan itu langsung akan tahu bahwa Sang Raja sedang datang. Tetapi ada beberapa hal yang masih merupakan kesulitan.

Ketika orang banyak itu ditanya tentang siapakah Kristus? Mereka menjawab bahwa Dia adalah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea. Ini adalah jawaban yang membingungkan dan aneh karena ada kesulitan besar dalam pikiran mereka. Dalam pikiran mereka, Kristus akan datang sebagai raja dan mereka tahu sekali bahwa pemandangan yang mereka lihat menunjukkan bahwa Kristus adalah raja; tetapi sambil mereka berteriak Hosana bagi Sang Raja, otak mereka tidak bisa mengerti mengapa raja ini tidak mengalahkan Herodes maupun Tiberius, mengapa raja ini tidak mempunyai kuasa besar dan luas, tidak berbadan kuat, tidak naik kuda Persia, sebagaimana mestinya seorang raja menurut pikiran mereka. Karena kebingungan inilah mereka menjawab sekenanya yaitu Yesus adalah nabi dari Nazaret. Padahal di dalam Alkitab tidak pernah disebutkan ada nabi yang dari Nazaret. Konflik semacam ini masih terjadi sampai abad 21 ini.

Ketika kita tahu akan Firman Tuhan, kita akan mengaplikasikannya, kita mengalami konflik, terlalu banyak yang tidak cocok dengan pikiran kita, dan kalau kita omongkan, orang lainpun juga tidak mengerti. Maka kita akan menjawab secara pragmatis sekali. Kita bukannya berperang untuk kebenaran tetapi kita hanya mencari aman sendiri, yang cocok dengan diri. Adalah panggilan kita untuk menyatakan kebenaran Kristen walaupun kita adalah minoritas atau bahkan sendirian sekalipun, kita dipanggil untuk memberikan jawaban yang jujur. Jawaban yang pragmatis justru akan menyesatkan dan membuat orang lain tidak bisa mengerti siapakah Kristus yang sebenarnya. Ketika kita takut untuk menyatakan kebenaran, apakah akan menyelamatkan kita? Di saat kita pro dengan dunia dan berontak kepada Kristus, apakah akan menyelamatkan kita? Tugas kita di tengah dunia ini adalah berpikir dalam kebenaran, jangan ber-pragmatis ria di tengah dunia ini, jangan bermain dalam tipuan yang rusak.

Apakah makna Yesus Kristus dating sebagai raja?

1. Sukacitalah

2. Tetap dalam visi kedatangan-Nya, yaitu agar orang lain dapat diselamatkan.

Friday, September 30, 2011

Ter'PAKSA' RETREAT (1)

Hari ini, 27 Agustus 2011 ... ada perasaan senang karena anak-anak dah libur panjang dalam rangka idul fitri. Aku mulai hari ini dengan doa pagi di gereja, dan tidak perlu tergesa-gesa balik, en masih sempat ngobrol dengan jemaat baru setelah itu balik ke rumah (TKI III D1-121). Setelah saat teduh, saya mandi en siap-siap untuk menyelesaikan kerjaan yg telah di'deadline', sekalian antar si sulung (fu en) ke KoPer untuk kerja kelompok.

Aku sempat ingin menggunakan motor Honda Beat, namun Nanncy ngomong: 'Pa, jangan motor itu karena aku mau pakai". Aku juga tawarkan ke Tirza apakah mau ikut antar koko? Dia menjawab:"ngga ach... mau dirumah aja." (padahal biasanya dia selalu pingin ikutan, tapi hari itu ... dia tidak mau). Maka, Aku menaruh tas + Laptop ke kantor gereja... lalu antar ke Fu En, lalu janjian sekitar Pk. 10.30, akan kujemput kembali dia disana.

Dan terjadi 'musibah' itu tanpa pernah terpikirkan olehku. Jalanan di TKI I waktu lenggang... aku sempat melihat 2 anak kecil (sekitar SD kelas 5-6) sedang ngobrol di pinggir jalan dan membelakangiku. Tentu dalam logikaku, mereka tak mungkin nyebrang tanpa melihat arus lalu lintas di belakang mereka. Oleh sebab itu, laju motor Suzuki Smashku tetap kupacu seperti apa adanya tanpa mengurangi atau menambah kecepatan. NAMUn, apa yang terjadi? dua anak itu tanpa menoleh dan melihat arus lalu lintas dari arah belakang, mereka langsung menyebrang. Dalam waktu begitu dekat dan kondisi rem motor depan yang kurang pakem... akhirnya aku tabrak anak itu. Aku hanya bisa berteriak: "aduh....". AKu jatuh, satu anak itu lalu bangun dan lari ketakutan sedang yang satu di bantu polisi ke kantor polisi (peristiwa berdekatan dengan kantor polsek TKI). lalu mereka baru bantu aku. Ada seorang yang bertanya: "bisa bangun pa?" dan aku menjawab: "tidak bisa karena kaki patah... tidak ada tenaga menggerak kaki kiriku". (aku dah merasakan tuh tulang dah berbunyi...ketreg...kreteg... yang menandakan adanya tulang yang retak di sekitar tulang kering).
(lengan diinfus untuk diberikan obat anti nyeri)

Dua polisi segera menggotong diriku dan aku menggelantungkan dua tanganku ke leher mereka. Saya dah merasakan kesakitan yang tak terkatakan ... seorang polisi bertanya siapa yang bisa dihubungi... lalu kuberikan nomer telpon gereja untuk meminta Yustina bisa datang dan antar aku ke RS Halmahera untuk rontgen kondisi tulang kaki saya.

Tidak beberapa lama datanglah Ko Setiawan, Ko Ivan dan Marita; Ko Entek + Fenny A., Sdr Andreas, Yustina dan Nanncy. Lalu ko Setiawan segera meminjam mobil ke kokonya di TKI I dan segera saya dibawa menuju ke RS Halmahera. Perjalanan itu penuh perjuangan, mengapa karena harus menahan sakit yang luar biasa, terlebih ketika melewati polisi tidur. Jadi bila mobil itu goyang, maka sakitnya tambah terasa.... akhirnya sampailah perjalanan yang penuh kesakitan itu.... Andreas dan ko En Tek, masih sempat bergurau agar aku tidak mikir sakitnya, "Heran ya kalau pegang kakinya pendeta dan keponakan saya yg waktu itu juga mengalami patah tulang".
"kalau keponakan saya, sudah dibantu... masih mengumpat dan marah2. Sedang Pak Samgar... diam tidak banyak bicara". Memang saya tentu tidak berteriak...teriak, sebab ngomel-ngomel atau mengeluh juga tidak bermanfaat atas apa yang sudah kualami.

Begitu tiba di RS, mereka langsung meluruskan kaki saya, dan sakitnya minta ampun deh... lalu mereka rontgen kaki dan dada saya. Dokter di UGD mengatakan bahwa tulang kering kaki kiri saya ada masalah: di Engsel ada pergeseran, Tulang keringnya patah dan ada beberapa bagian di tulang kiri itu yang retak-retak. Mereka bertanya: "apakah mau dioperasi untuk dipasang plat dan pen di kaki bapak?". Sambil menunggu beberapa pertimbangan, saya putuskan untuk opname sehari aja. Namun setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya malam itu, pk. 21.30-an diputuskan untuk pulang ke rumah aja.

Apa yang kupelajari hari itu? Satu hal, yaitu kita tidak tahu bagaimana kehidupan kita beberapa langkah ke depan. Kita ingin merencanakan sesuatu, tapi segalanya belum tentu terjadi jika Tuhan tidak mengizinkan. Padahal kami sekeluarga ada rencana seusai pelayanan hari mInggu akan ke Jakarta untuk liburan sekalian bertemu dengan kakak ipar dan keluarga besar dari Nanncy. HIDUP ITU adalah ANUGERAH.

Monday, April 25, 2011

Kebangkitan Yang BERBICARA

Yohanes 20:1-18

Pendahuluan

Ketika Maria dan perempuan lainya hendak mengunjungi kubur Yesus, mereka hanya menemui sebuah fakta bahwa kubur Yesus kosong. Selain itu di area kubur kosong itu terdapat 3 orang yang melihat kubur Yesus kosong dengan 3 reaksi yang berbeda juga. Walau pun kubur telah kosong, namun Maria masih bersedih (ayat 11-13); sedangkan Simon Petrustidak mengatakan apa-apa (ayat 6-7). Dan murid yang lain, ketika melihat kubur kosonglangsung percaya kepada apa yang dikatakan Maria (ayat 8). Walau mereka memiliki reaksi yang berbeda tetapi memliki 1 persamaan yaitu bahwa mereka masih belum mengingat dan memahami bahwa Yesus bangkit pada hari yang ke 3. Jadi walau mereka sering mendengar firman, namun perkataan atau pengajaran Yesus tidak masuk sampai ke dalam sekali atau tidak meresap dalam hati mereka (Apakah mereka hanya kagum dengan mujizat-mijizat Yesus, sehingga tidak memperhatikan firman dari Yesusnya?) Bukan tidak sedikit orang yang merasa puas kalau melihat sosok tokoh idola, lepas bagaimana hidupnya, perkataannya, dsb. Ketidaksadaran inilah yang membuat para murid-murid pada saat itu tetap saja masih bersedih (ayat 9).

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kehadiran demi kehadiran Yesus setelah kebangkitan-Nya itu kepada pada murid-murid. Yesus memiliki banyak cara untuk mengisi kekosongan hati atau kekuatiran atau trauma dalam hidup mereka, yaitu:

1. Bagi Maria, Kematian Bukan akhir segalanya tetapi awal dari kehidupan Yang Lebih INDAH.

Kedatangan Maria ke kubur pagi-pagi benar adalah untuk melakukan pembalseman pada mayat Yesus. Namun semua menjadi BATAL karena mayat Yesus tidak ada, malah berjumpa dengan Yesus yang sudah bangkit dari kematian. Kematian tidak bisa menguasai tubuh yang tersalibkan dari Tuhan Yesus.

2. Mereka, termasuk Maria memahami kematian sebagai kebinasaan, keterpisahan, kerugian, malapetaka; bahkan tidak sedikit yang berpendapat kematian adalah pemisahan secara paksa dari kehidupan bersama Tuhan. Ini dikarenakan bahwa kematian adalah BATAS akhir dari kehidupan manusia, tidak ada lagi yang bisa dilakukan lagi atau dilanjutkan.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya”(Yoh. 11:25).

1. Bagi Maria

Dalam Yoh 11:1-45, Maria dan Marta penah mengalami kesedihan yang ditinggal saudara laki-laki mereka yang bernama Lazarus. Sulit bagi Maria dan Marta untuk menerima kenyataan bahwa Lazarus telah mati. Mereka terpuruk, seakan-akan tak ada harapan lagi bagi mereka. Tuhan Yesus yang mereka harapkan datang lebih awal, ternyata datang setelah Lazarus dikubur. Mereka menganggap kehadiran Tuhan Yesus tak mampu mengubah keadaan. Bagi mereka, dibalik batu kuburan Lazarus, yang ada hanyalah kematian. Tidak ada harapan! Namun bagi Allah, selalu ada kemungkinan baru, harapan baru dan kehidupan baru. Pengalaman Lazarus yang dibangkitkan dari kematian, menunjukkan kekuatan Roh Allah yang sungguh memberi kehidupan.

Lalu SEKALI lagi, Yesus meninggalkan mereka. Sekarang bukan lagi Lazarus yang mati tetapi Yesus yang pernah membangkitkan saudara mereka yang malah MATI. HABIS sudah pikirnya! Yesus yang membangkitkan malah mati, kalau demikian BERHARAP kehidupan pada siapa lagi?

Maria dan murid-murid Tuhan Yesus, pada malam sebelumnya jelas bukan berada dalam keadaan damai sejahtera. Lebih tepatnya, malam itu mereka bersedih karena Guru mereka meninggal. Mereka juga ketakutan, karena mereka (1) sudah tidak memiliki pemimpin, bahkan mereka (2) berada di bawah bayang-bayang pengejaran oleh orang-orang Farisi dan penguasa saat itu, yang menganggap mereka dapat menjadi bibit teroris baru, yang menggantikan Yesus, setelah pemimpin mereka mati. Kita dapat merasakan bahwa pada saat itu, para murid-murid juga sedang bergumul.

Sangat mungkin ayat 25 itu hanya diingat Maria tetapi tetap tidak melawat hidupnya, oleh sebab itu, kebangkitan ini kembali mengingatkan Maria.

Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Tuhan tahu apa yang menjadi masalah dari Maria, yaitu ketakutan pada kematian. Oleh sebab itu, Yesus sekali mengajarkan bahwa Kematian bukan akhirnya segalanya tetapi menjadi awal kemenangan orang percaya. Maria gagal memahami hal ini, tetapi Tuhan membangkitkan dia kembali untuk sadar akan arti kehidupan yang kekal.

2. Bagi PETRUS:

Kebangkitan Kristus memberi pengharapan akan perubahan arah hidup dari Petrus. Kematian Yesus sangat menenggelamkan seluruh CITA-CITAnya, masa depannya, rencananya sejak awal. SIAPA yang TIDAK BANGGA dari Nelayan lalu sekarang menjadi murid seorang Guru BESAR. Tetapi kalau orang yang menjadi sandarannya ternyata MATI, apa dia tidak kecewa berat?

Belum lagi masalah lainnya, yaitu sejak penyangkalannya kepada gurunya, Petrus hidup dalam perasaan BERSALAH yang AMAT dalam.

Petrus, yang telah kembali menjadi nelayan, sedang berharap cemas atau sedang menantikan dengan cemas: yaitu apa Yesus datang kepadanya? (Luk 24:12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.). Jadi ketika teman-temannya berkata Yesus ada di pantai, Petrus begitu senang luar biasa dan segera menghampirinya (Yohanes 21:7 “Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau].


Setelah Yesus mati di atas kayu salib, maka mereka semua lari ketakutan dan kembali kepada profesi mereka. Namun peristiwa kebangkitan telah merubah kembali arah hidup para murid-murid, khususnya Petrus, yaitu bukan berharap menjadi PEJABAT atau memperoleh kedudukan secara politis. Fokus mereka sekarang adalah untuk BANGKITmenjadi berkat bagi orang lain, Menyelamatkan dunia. Kedatangan Yesus telah mengubah mereka, yaitu MENGUBURKAN KARIR atau CITA-CITA atau agenda pribadi mereka, dan MEMBANGKITKAN atau meneruskan agenda ALLAH bagi dunia ini.

3. Bagi Tomas:

Ada banyak cara untuk Yesus selalu menjawab atau memecahkan dan mengertiakan MASALAH kita. Dan IA selalu mengisi seluruh kekosongan dari ruang hati kita tersebut sampai PENUH.

Ketika Yesus bangkit dan semua murid-murid heboh akan berita tersebut, ternyata Tomas tidak bersama-sama dengan mereka (ayat 1). Tomas yang menyendiri atau jauh dari persekutuan dengan murid-murid lainnya atau sesamanya memberikan efek ketiadaan sukacita, maka ia tidak menerima berkat dan sukacita seperti yang lainnya. Murid-murid lainnya dilawat oleh Allah, tetapi Tomas dilewat oleh berkat-Nya.

Matthew Henry: Ketika seseorang meninggalkan persekutuan kristiani, sesungguhnya mereka tidak mengetahui mereka sedang kehilangan apa? (tepat sekali perkataan Henry. Kita sering merasa dan berpikir bahwa saya tidak rugi apa2 dan tidak kehilangan apa pun).

Adam Clarke: dengan absennya ia dari kumpulan murid-murid, ia kehilangankesempatan yang berharga untuk melihat dan mendengar Kristus; dan untuk menerima (pada saat ini) berkat yang tak ternilai dari Roh Kudus]. Tomas kehilangan banyak hal yang baik, dan mendapatkan banyak hal yang buruk / jahat, tetapi ia tidak sadar akan keadaannya. Lihatlah konsekwensi dari tindakan meninggalkan perkumpulan umat Allah! Yaitu: hatinya menjadi makin keras dan gelap melalui tipu daya dari dosa.

Oleh sebab itu, tidak heran jika Tomas membutuhkan BUKTI yang KurangAjar.Dan hal itu wajar saja nampaknya! Karena orang jauh dari persekutuan biasanya memiliki sikap-sikap seperti orang yang tidak pernah KUMPUL dengan Yesus atau memiliki sikap yang kurang sopan, seperti seorang preman.

Sekali lagi IA butuh anugerah untuk bisa menikmati kembali pengampunan dan kasih dari ALLAH.

Filipi 4:13-19: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus”. Menghadapi kesulitan, pencobaan, dukacita atau apapun juga, percayakan semua kepada Tuhan. Lakukan kebenaran Firman Allah. Jadikan hidupmu berkenan kepadaNya agar Ia percaya kepadamu ketika engkau percaya kepadaNya. Seperti Maria, datanglah dengan kerendahan hati, hingga jatuhlah belas kasihan Yesus. Pada saat itulah datang pertolongan Tuhan. Saat itulah saudara akan melihat Allah mengerjakan perkara-perkara yang tidak pernah saudara pikirkan.

Ternyata Tuhan kita begitu kaya (bukan hanya secara jasmani belaka) tetapi juga kaya untuk memenuhi masalah atau pergumulan atau kekosongan hati dari Tomas. Dan cara Tuhan melawat setiap pribadi lepas pribadi sangat unik dan berbeda. Tuhan kita sungguh luarbiasa! Kiranya Paskah 2011 juga masih memiliki khasiat yang kaya bagi pergumulan atau masalah saudara.

PENUTUP

Apakah arti kebangkitan-Nya bagi saudara pribadi? (1 Kor. 15:25-27), Pilihan kita menentukankepada siapakah kita menaruh iman dan pengharapan kita ! Keputusan kita menentukan arah hidup Kita. Paskah tahun ini juga kiranya memberikan suatu asa baru, seperti Petrus yang menantikan apa yang akan terjadi, kiranya semangat yang sama juga kita miliki!

Thursday, December 30, 2010

REUNI SMP TAMAN HARAPAN



Mungkin sebuah surprise en rasa penasaran yang tidak bisa dituliskan ketika pertama kali Liana menelpon saya, lalu menanyakan: "apakah masih kenal dengan dia?". Ha...ha...ha... pastilah tidak kenallah, lah wong sudah tidak pernah bersua sejak lulus SMP (1980). Walau dia sama-sama masuk SMA yg sama dengan aku. Setelah itu San San, Candra dan Ping Gwan serta Mong Gong pada nelpon saya.... wah seru juga... apalagi setelah si San San berteman via FB sehingga melihat foto-foto tempo doeloe :)
walau nih foto bukan teman-teman sekelas... tapi dengan ada foto mereka jadi ingat beberapa teman yang pernah sekelas dari kelas 1-3 SMP... senang juga mengenang foto-foto mereka.
Mereka (panitia di Malang) telah merencanakan untuk mengadakan reuni pada 4 Des 2010. Dengan antusiasnya aku menjawab bahwa aku usahakan untuk mengikuti acara tersebut.
Waktu yang ditunggu pun segera tiba... aku pergi dari jum'at (3 Des) dan esoknya perasaan senang, campur mo melihat muka-muka teman2 SMP.... wah ternyata butuh waktu cukup lama untuk kembali mengingat atau mengembalikan memori yang telah terpendam cukup lama.
Acara reuninya meriah banget... panitianya jg gila-gilaan tuh sampai manggil beberapa bencis untuk makin memeriahkan acaranya: baik nyanyi, nari en main game....

di akhir acara kami memberikan ungkapan kasih kepada guru-guru kami .... bersyukur ada beberapa guru yang masih bisa hadir walau sebagian sudah uzur... terima kasih untuk ibu Kwee, kepsek kami yang hadir juga.
di sela-sela acara, sebagian teman-teman sempat bertanya bagaimana kamu bisa menjadi hamba Tuhan? padahal kamu dahulu nakal dan pendiam.... dari saling sharing, kita bisa melihat pemeliharaan Tuhan kepada beberapa teman-teman... tidak sedikit mereka yg tidak menerus sekolah ke jenjang SMA tidak berarti tiada harapan atau masa depan. Saya juga melihat ada beberapa teman yang dapat mengenal Yesus, tidak sedikit juga yang mengalami masalah di dalam keluarga mereka, ada juga yang hidupnya mengalami kesulitan secara ekonomi padahal dahulu mereka kaya-raya.... ini menandakan bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah-Nya semata. Hidup kita bukan didasarkan pada materi belaka tetapi juga usaha dan kegigihan diri selain tentu anugerah Allah.

di hari minggu, kami hanya ngobrol santai-santai sampai siang hari... baru kemudian masing-masing membubarkan diri... senin hari saya langsung balik ke bandung via surabaya. trima kasih Tuhan atas momen ini.

Monday, May 17, 2010

Hormatilah Orang Tuamu

Pendahuluan:

Pada suatu malam sebelum tidur, Adriel meminta saya bercerita untuk dia. Biasanya saya cerita mengenai Tuhan Yesus dari apa yang saya ingat dengan membacakan dari buku cerita Alkitab untuk anak-anak.Tapi, malam itu dia minta saya bercerita dari sebuah buku cerita anak-anak yang berjudul ‘Raja dan Burung Elangnya. Ceritanya:

Ada seorg raja yg perkasa & suka sekali berburu di mana saja. Bahkan ktk perang sang raja mencari kesempatan utk berburu. Suatu saat sang raja pergi berburu bersama pengawalnya & burung elang kesayangannya.

Burung elang yg dipelihara & dilatih sejak msh kecil sangat patuh & sll membantu tuannya. Setlh bebrp lama berburu, sang raja berhasil memanah bebrp ekor rusa & juga belasan kelinci & burung.

Mrk kehabisan bekal air. Raja sgr memerintahkan pengawalnya mencari air. Dia duduk di bwh pohon rindang. Suasana hutan yg sunyi sepi membuat raja dpt menangkap suara gemericik. Raja berdiri & mencari asal suara itu. Tdk lama kmdn ia menjumpai sebuah bukit karang. Puncak bukit karang itu mengalirkan air jernih shg mjd sebuah air terjun kecil. Raja sangat senang.

Dia mengambil buli2nya yi. botol air yg terbuat dr keramik utk diisi dgn air itu. Raja semakin haus ktk menunggu botol airnya penuh. Setlh penuh, raja siap minum. Ktk mau minum, tiba2 burung kesayangannya menukik. Cakarnya yg tajam & kuat menerjang tangan kanan raja yg memegang botol air. Botol air jatuh & airnya tumpah.

Raja tertawa kecil &mengira elangnya sdg bergurau. Dia mengisi botol air lagi. Namun seblm botol itu penuh, burung itu kembali menerjang tangan raja. Botol air itu jatuh & isinya tumpah. Raja marah. Dia mencabut pedangnya & mengacungkannya. “Aku akan membunuhmu jk menghalangiku minum .Pergi sana.” Teriaknya marah. Elang itu mencicit spt mengerti perkataan tuannya. Tapi dia tdk pergi & trus melayang2 di situ. Utk ke3 kalinya raja mengisi botol air dgn tangan kiri & tangan kanan menggenggam pedang terhunus. Elang itu kembali menerjang bahkan dgn mengerahkan seluruh tenaganya. Botol air terlempar jauh & pecah. Bahkan tangan raja tergores cakar yg tajam itu. Bersama dgn itu pedang raja menebas. Elang itu mati seketika terkena sabetan pedang.

“Elang tak tahu diri. Seenaknya menghalangiku minum. Lbh baik aku ke puncak bukit karang saja & minum langsung dr mata airnya. Pasti lbh segar. Pikir sang raja kesal.Dia sgr mendaki bukit karang. Sampai di puncak sang raja terbelalak kaget & ngeri. Ada bangkai seekor kalajengking raksasa yg sangat beracun di dlm mata air itu. Raja pucat pasi. Air itu ternyata beracun. Seandainya tadi dia minum air itu, tentu dia sdh mati keracunan.

Elang kesayangannya tlh melihat hal itu dr ketinggian & mencegahnya meminum air beracun. Elang itu berkorban bg keselamatan tuannya. Raja jatuh tertunduk & menangis mengingat pengorbanan elangnya. Hidupnya telah diselamatkan oleh seekor burung elang.

Cerita ini sdh bebrp x saya bacakan. Ttp saya tdk pernah melihat smp ke hal. blakang. Malam tanpa sengaja saya melihat hal blakang buku itu. Di situ tertulis satu kalimat: Semua larangan orang tuamu merupakan kasih sayang dan perhatian mereka supaya kamu tidak mengalami bencana bukan untuk mencelakakanmu.

Perikop Efesus 6 ini bicara mengenai relasi dua arah antar orang tua – anak; suami istri ; tuan hamba. Dan di dalam relasi itulah tidak sedikit ada masalah di dalamnya. Dan di dalam setiap masalah seringkali disebabkan oleh karena tiada kerendahanhati, yang mendasari seseorang untuk bisa tunduk. Jadi apa pun kondisi orangtua kita tidak ada alasan untuk tiada menghormati mereka.

Pagi hari ini saya ingin mengajukan 3 pertanyaan untuk kita sehubungan dengan tema: HORMATILAH ORANG TUAMU.

1. Apakah benar kita harus menghormati orang tua kita? Bgm jika orang tua kita mempunyai sifat/tabiat yang tidak baik?

Utk menjwb pert. ini mari qta lihat F.T: Kel.20:12;Ef.6:2.

F. T berkali2 mengingatkan kpd qta spy menghormati or tu qta. Sbg anak Tuhan, qta hrs taat kpd F T. Kalau qta tdk taat berarti kita berdosa. Yak. 4:17: Jd jk seorg tahu bgm ia hrs berbuat baik, ttp ia tdk melakukannya, ia berdosa. Artinya tdk ada alasan utk qta menolak menghormati orang tua kita.

Ilustrasi:

Pada zaman dahulu ada seorang ibu yang memp. Seorang anak perempuan yang masih kecil. Umurnya kira-kira 4-5 tahun. Wanita ini bekerja sebagai seorang pekerja di sebuah perkebunan yang sangat luas.

Pada suatu kali, seperti biasa ibu ini pergi bekerja pagi-pagi. Karena tidak ada siap-siapa di rumah dan ibu ini takut meninggalkan anaknya sendirian, maka dia selalu mengajak anaknya ikut ke perkebunan. Di perkebunan itu ada banyak pekerja yang bekerja. Sementara sang ibu bekerja, dia membiarkan anaknya bermain-main di sekitar perkebunan itu, sambil sekali-sekali dia mengawasi anaknya dari kejauhan.

Saking asyiknya bermain2, anak ini idk sadai kalau dia mulai menjauh di tempat ibunya bekerja. & krn ibunya terlalu sibuk dgn pekerjaannya dia lupa memperhatikan anaknya. Smpi sore hari anak itu baru sadar kalau ibunya tdk ada di sekitar dia. Krn tdk tahu nama ibunya dia hanya bisa berteriak2 memanggil: ibu…ibu….Akhirnya anak ini mulai putus asa & menangis.

Para pekerja yg ada di sekitar situ mulai memperhatikannyai & mencoba menenangkan dia. Mrk bertanya siapa nama ibunya. Anak ini mengat: “Saya tdk ingat nama ibu saya. Yg saya tahu, ibuku adlh wanita tercantik di dunia ini.”

Krn berulang kali anak ini mengat. bhw ibunya adlh wanita tercantik di dunia ini, mk orang2 di sekitar itu mulai mencari pekerja2 wanita yg cantik & membw kpd anak itu. Tp tdk ada 1 pun di antara wanita cantik itu adlh ibunya.

Sambil menangis anak itu trus berjln & berteriak memanggil ibunya. Ternyata sang ibu juga sdg berusaha mencari anaknya. Tiba2 dr kejauhan anak itu berteriak dgn kegirangan: “itu ibuku yg paling cantik di dunia. Dia berlari & memeluk ibunya.” Ketika orang2 itu melihat ibunya, mrk sangat terkejut & sambil tersenyum simpul meninggalkan ibu & anak yg saling berpelukan.

Ternyata ibu yg sangat dibanggakan oleh anaknya sbg ibu yg tercantik di dunia itu, sangat gemuk, pendek, hitam & mukanya penuh dengan bopeng2 bekas jerawat dan bekas luka cakaran.

Sehrsnya qta memp. sikap spt ini thd or tuqita. Spt apapun or tu qta (jelek, gendut, galak,dll) qta hrs tetap menghormatimereka.

Rut Graham istri Billy Graham prnah mengeluarkan sebuah statement ttg suaminya; Adlh kewajiban saya utk menghormati & mengasihi suami saya. Adlh kewajiban Allah utk mengubah suami saya.

Pernyataan ini sehrsnya dpt qta pakai utk or tu qta. Adalah kewajiban saya untuk menghormati dan mengasihi orang tua saya. Adalah kewajiban Allah untuk mengubah orang tua saya.

2. Bagaimana jika orang tua kita mengajarkan atau menyuruh kita melakukan sesuatu yg bertentangan dgn perintah Tuhan?

Seorg bpk beserta 4 anaknya sdg berunding bgm mereka hrs mengatasi persediaan makanan yg smin menipis. Hal itu tjd krn adanya kemarau panjang & lahan pertanian mjd kering shg hasil taninya sangat terbatas. Akhirnya mrk sepakat utk mencuri jagung di ladang milik seorg yg kaya.

Pd suatu dini hari, mrk ber5 pergi ke lading jagung yg akan mjd sasaran pencurian mrk. Bpk itu membagi tugas kpd ke4 anaknya. Seorg di sebelah Utara, seorang di sebelah Timur dan seorang lg di sebelah Barat. Sdgkan si bungsu disuruh menunggu di bgn Selatan sambil berkata: “Kamu tunggu di sini ya Nak, hati-hati! Beritahu segera kalau ada yg melihat kita!

Sementara Bpk itu melangkah ke ladang jagung, tiba-tiba si bungsu berseru:”Pak, ada yg melihat kita!”

“Mana?” Tanya ayahnya.

“Tuhan Yesus!”

Mendengar seruan si bungsu, bpk itu mengurungkan niatnya utk mencuri jagung.

F T yg qta baca dr Ef.6:1 berkata: Hai anak2, taatilah or tumu di dalam Tuhan krn haruslah demikian.

Rasul Paulus menetapkan agar spy anak2 patuh & hormat kpd org tuanya. Menurut dia, ini adlh perintah pertama yg hrs diingat & diajarkan kpd seorg anak Kristen

Penghormatan yg dimaksudkan di sini bkn sekedar basa-basi, pura2/ munafik. ta hrs menghormati & taat kpd or tu krn mrk adalah wakil Tuhan di dunia ini. Krn mrk kita ada di dunia saatini.

Kita hrs mematuhi perintah mereka, menghargai mereka dan sekali2 tdk membuat mrk susah / sakit hati. TAPI, hrs qta ingat bhw F T menyuruh qta taat & menghormati mrk DI DLM TUHAN. Itu berarti perintah Tuhan di atas segala2nya. qta hrs lbh takut kepada Tuhan daripada orang tuakita.

Jadi, jika orang tua kita menyuruh qta melakukan perbuatan yg melanggar perintah Tuhan, qta hrs dgn TEGAS menolak mrk.

3. Bgm jika orang tua sering menyakiti atau membenci kita.

Kenapa rasul Paulus menulis ayat ini? Latarbelakangnya:

a. dia melihat pd zaman itu, seorg bayi Romawi sll menghadapi 2 kemungkinan, diakui atau ditolak. Ke-2 kemungkinan itu semakin lama semakin menjadi-jadi. Anak2 yg ditolak or tunya umumnya dibsrkan di bwh pengawasan pemerintah Roma. Dan setiap org yg menghendaki mrk boleh mengambilnya dr tempat itu. Biasanya pd malam hari anak2 ini dikumpulkan dan diambil oleh org2 yg berminat, diberi makan, utk kemudian dijual sbg hamba atau utk dijadikan sbg pelacur.

b. Kebudayaan Romawi kuno sangat tdk berbelas kasihan kepd anak2 yg berpenyakit & cacat. Seneca pernah menulis:”lembu jantan qta sembelih; anjing gila qta cekik; ternak yg sakit qta binasakan agar tdk mencemari kawanannya; & anak2 yg lemah & cacat kita buang.” Jd, seorg anak yg lemah & cacat, sangat sedikit harapannya utk dpt hidup.

Keadaan inilah yg mjd titik tolak Paulus menuliskan pandangan & nasehat2nya kpd anak2 dan org tua. Maksud dr penulisannya agar anak2 belajar utk tdk membenci & dendam terhadap orangtuanya & org tua belajar utk mengasihi anak2nya.

Saya masih ingat tahun lalu ketika saya berkotbah di sini dan Michael yang menjadi MC. Pada waktu itu dia sempat sharing sedikit ttg papanya. Dia mengat: orang yg paling dia benci di dunia ini adalah papanya (tp saya yakin papanya bukan org yg paling dia benci di dunia ini. Saya yakin dia mengatakan itu karena emosi).

Suatu hal yang wajar kalau kata-kata seperti itu keluar dari mulut kita( seorang remaja). Apalagi kalau orang tua kita melakukan sesuatu yang menurut pandangan kita, tidak bisa kita terima. Anak saya yg masih TK bisa mengatakan mama jahat, cerewet, dll kalau saya mulai marah-marah dan menyuruh dia belajar, bikin PR atau melarang dia main dan nonton.

Waktu saya remaja saya pernah menulis sepucuk surat utk

mama saya. Karena tidak tahan dengan perlakuan mama, saya menulis dalam surat itu saya mau lari dari rumah. Tapi, kalau saya ingat-ingat sekarang saya baru sadar. Ternyata apa yang dilakukan

mama saya adalah demi kebaikan saya.

Bgmpun keadaan orang tua kita, mari kita belajar utk menghormati dan mengasihi mrk. Kita jgn terlalu cepat menyalahkan mrk. Kita jangan cepat2 menyimpan dendam thd mrk, apalagi sampai balas dendam. Sebab Rom.12:19: Jangan menuntut balas, sebab pembalasan itu adalah hak-ku.

Jangan berprasangka terlalu jelek thd mrk. Tapi tanyakan kpd dirimu terlebih dahulu mengapa org tua melakukan hal spt itu (cerewet, galak, melarang, tidak percaya,dll.)

Satu hal yg saya yakini, apapun yg dilakukan oleh ortu kita sebenarnya tujuannya baik, yaitu mau memberikan yg terbaik utk kita. Kita tdk tahu setiap malam mrk bergumul, mrk stress memikirkan bgm caranya mrk berusaha memenuhi kebutuhan kita. Jauh di dalam lubuk hati yg dalam mrk sangat mengasihi kita.

Pepatah mengat: SEGALAK2NYA HARIMAU TIDAK AKAN MEMAKAN ANAKNYA SENDIRI…..

Illustrasi:

Suatu kali seorg bpk mengajak anaknya ke hutan. Bpk ini bermaksud utk membuang papanya yg sdh tua dan tidak berdaya ke dlm hutan. Dia sdh mempersiapkan sebuah keranjang utk menaruh papanya.

Pagi2 skl dia & anaknya berangkat ke hutan sambil membawa papanya. Sesampai di hutan dia membiarkan papanya yg tdk berdaya itu & mengajak anaknya plg ke rmh. Seblm plg, anaknya mengambil keranjang yg dipakai ayahnya utk menaruh sang kakek. Dgn keheranan ayahnya bertanya: “ Nak, utk apa keranjang itu kau bawa pulang. Dengan santai anaknya menjawab: “Kalau papa sudah tua seperti kakek, saya akan membawa papa ke hutan dengan menggunakan keranjang ini.” Pada waktu itu ayahnya sadar, dan segera membawa pulang papanya kembali ke rumah.


F T dlm Gal.6:7b: Krn apa yg ditabur org …….

Apakah saat ini kita membenci orang tua kita. Ada dendam di dalam hati kita. Ataukah kita seperti seorg anak kecil yg tidak peduli dengan keadaan orang tuanya dan selalu berkata: orang tuaku adalah orang tua terbaik di dunia. Amin.